21 Pelatih Ikuti Kursus Lisensi D PSSI di Purworejo

user
Ivan Aditya 24 September 2022, 17:11 WIB
untitled

Krjogja.com - PURWOREJO - Sebanyak 21 pelatih dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah mengikuti kursus Lisensi D PSSI yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purworejo. Mereka mendapat ilmu tentang kepelatihan sepakbola dari instruktur pelatih profesional berlisensi A AFC.

Kursus diselenggarakan mulai Jumat (23/09/2022) hingga Rabu (29/09/2022). Pelatihan dilaksanakan di Hotel PKP RI dan sejumlah lapangan sepakbola di Purworejo.

Ketua Askab PSSI Purworejo Angko Setiyarso Widodo mengatakan, kursus diikuti 11 pelatih dari Kabupaten Purworejo. Sementara 10 peserta berasal dari Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara, Semarang, dan Bantul. "Pendaftaran bersifat terbuka, tidak hanya untuk pelatih di Purworejo saja, tapi juga dari berbagai daerah," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, disela pembukaan kursus, Jumat (23/09/2022) malam.

Peserta kursus pelatih Lisensi D PSSI adalah para pelatih yang belum pernah memegang lisensi apapun. Mereka adalah pelatih dari klub anggota ISP Purworejo dan sejumlah klub lain dari berbagai daerah.

Pelatih dari Kabupaten Bantul Yogyakarta Ixsan Fajar Pranoto menjadi instruktur kepala dalam kursus pelatih Lisensi D PSSI itu. Ixsan merupakan pelatih pemegang Lisensi A AFC.

Menurutnya, animo pelatih untuk mengantongi Lisensi D PSSI sangat tinggi. Sebab, katanya, Lisensi D PSSI menjadi syarat bagi pelatih yang timnya berlaga dalam liga pelajar di berbagai jenjang tingkatan. "Lisensi D ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk melatih tim pelajar, artinya ada peluang di sana," ucapnya.

Kursus pelatih Lisensi D PSSI merupakan kegiatan ketiga yang diselenggarakan Askab PSSI Purworejo. "Ini menjadi jalan pembuka bagi PSSI Purworejo untuk bisa menyelenggarakan kursus pelatih Lisensi C PSSI. Syarat dari PSSI memang minimal sudah tiga kali menyelenggarakan kursus Lisensi D PSSI," terangnya.

Sementara itu, Ixsan Fajar Pranoto mengatakan, garis besar materi yang disampaikan adalah tentang cara menangani para pemain usia dini, yakni rentang usia 6 - 9 tahun dan 10 - 13 tahun. "Ini level dasar yang akan jadi fondasi penting untuk jenjang lisensi berikutnya," ujarnya.

Peserta, katanya, akan dikenalkan lebih mendalam dengan Filosofi Sepakbola Indonesia. "Dalam filosofi itu ada berbagai kurikulum melatih usia dini, dengan tujuan membentuk pemain sepakbola yang tangguh dan berkepribadian baik. Sebab sepakbola tidak cukup teknik saja, tapi juga membangun karakter pemainnya," tandasnya. (Jas)

Kredit

Bagikan