Cerita Petenis Legendaris Yayuk Basuki, 'Mengalah' di US Open demi Membela DIY di PON

user
Danar W 28 September 2022, 14:50 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Mantan Ratu Tenis Indonesia asal Yogyakarta, Yayuk Basuki membagikan cerita selama berkarier sebagai petenis profesional. Yayuk mengaku pernah 'sengaja mengalah' di turnamen bergengsi Grad Slam 'US Open' 1996 agar bisa tampil membela Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1996 di Jakarta.

Menurut Yayuk, turnamen US Open dan PON 1996 waktunya sangat berdekatan, sehingga harus memilih salah satu. Ia sempat tampil di US Open 1996 tapi hanya bertahan hingga babak awal turnamen. Keputusan untuk 'mengalah' itu diambilnya tanpa ada paksaan sama sekali. "Padahal saya unggulan di US Open itu, tapi mengalah demi daerah. Karena kebetulan itu kan PON terakhir saya, jadi saya berambisi menutup karir dengan prestasi terbaik untuk Yogyakarta," kata Yayuk kepada wartawan di Legend Coffe, Kotabaru Yogyakarta, Senin (26/9/2022).

Keputusan Yayuk tidak sia-sia, ia membuktikan dengan meraih tiga medali emas cabor tenis di PON 1996 dari nomor perorangan, ganda dan beregu. Saat itu, cerita tentang 'mengalah' di US Open, Yayuk sembunyikan karena takut menjadi bulan-bulanan media. Yayuk melakukan itu, semata-mata karena ingin menjaga marwah DIY di ajang PON dan menutup penampilan terakhirnya di PON dengan prestasi maksimal.

Yayuk berharap pengalamannya tersebut, yang memilih membela daerah asal dibandingkan karier individu bisa menjadi pelajaran bagi atlet-atlet saat ini. Yayuk menuturkan, saat ini banyak atlet yang memilih pindah ke daerah lain karena tergiur godaan uang transfer pemain.

Meski demikian, Yayuk menyebut dirinya memahami dan tak mau menyalahkan atlet yang memilih pindah daerah karena masalah keuangan. Menurut Yayuk, untuk mengasah kemampuan, seorang atlet perlu ikut banyak pertandingan baik di level nasional maupun internasional. Untuk ikut turnamen itu, dibutuhkan biaya yang besar.

Berkaca dari pengalamannya tersebut, Yayuk yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua KONI sekaligus Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA) berharap pemerintah daerah mengucurkan dana lebih besar untuk pembinaan atlet. Hal itu untuk menghindari banyaknya atlet yang memilih membela daerah lain semata-mata hanya karena uang. (Dev)

Kredit

Bagikan