PSS Relakan Poin Untuk Persita, Kak Seto Ungkap Alasan Duduk di Bench

user
Agusigit 30 September 2022, 08:45 WIB
untitled

PSS Harus Rela Berikan Poin untuk Persita, Kak Seto Ungkap Alasan Duduk di Bench Sepanjang Laga
 
SLEMAN - PSS harus rela menelan kekalahan saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Kamis (29/9/2022) malam. Kekalahan tersebut menjadi yang keempat kali di kandang dalam BRI Liga 1 musim ini. 
 
PSS sebenarnya unggul terlebih dahulu setelah Kim Jeffrey Kurniawan memecah kebuntuan PSS menit 32. Tandukan terarahnya memanfaatkan umpan silang Bagus Nirwanto tak mampu diantisipasi kiper Persita Rizky Darmawan. 
 
Kedua tim memang bermain terbuka di paruh pertama. Persita tetap berusaha menekan meski ketinggalan satu gol dari tuan rumah. 
 
Persita menyamakan kedudukan enam menit berselang dari gol Kim Kurniawan. Adalah Wildan Ramdhani Nugraha melesakkan sepakan keras dari luar kotak 16 yang tak bisa diantisipasi kiper PSS, Try Hamdani. 
 
Baik PSS maupun Persita memiliki cukup banyak peluang terbuka di babak pertama ini. Dari tubuh PSS tercatat Mychell Chagas, Tallyson Duarte dan Ze Valente memiliki peluang emas, sementara di Persita beberapa kali E Vidal membuat situasi berbahaya. 
 
PSS mengganti dua pemain di jeda babak, menarik Mychell Chagas dan Riki Dwi, memasukkan Hokky Caraka dan M Rifky. 
 
Di babak kedua, enam menit laga berjalan, gawang PSS harus jebol untuk kali kedua. Osas Saha menjadi aktor antagonis bagi PSS karena placingnya memanfaatkan kemelut di depan gawang melesak masuk tanpa bisa dihalau. Papan skor berubah 1-2 untuk Persita. 
 
PSS berusaha merespon dengan memasukkan beberapa pemain seperti Todd Ferre, Saddam Gafar dan Dave Mustaine. Namun memang permainan apik Persita membuat anak-anak Sleman kesulitan mengembangkan permainan. 
 
Persita menjadi terlihat lebih dominan di sisa pertandingan. Pergantian pemain dan skema strategi yang diterapkan Alfredo Vera tampak berjalan sesuai rencana yang diinginkan. 
 
PSS berusaha keras membalas gol dan menyamakan kedudukan di akhir laga. Namun sayang, meski sudah memasukkan beberapa pemain depan, tidak ada satupun peluang berbahaya ke gawang Persita. PSS pun harus menyerah 1-2 dari tim tamu. 
 
Kekalahan melawan Persita menjadi kekalahan kandang keempat bagi PSS musim ini. Praktis Laskar Sembada sudah kehilangan 12 poin di rumah sendiri. 
 
Usai laga, pelatih Persita, Alfredo Vera mengatakan timnya beruntung bisa merespon cepat gol tim tuan rumah yang membuat mental pemain kembali terangkat. Di sisi lain Vera menegaskan pentingnya transisi pemain saat kehilangan bola yang akhirnya membuat tim lawan kesulitan mengembangkan permainan. 
 
“Kami instruksikan pemain untuk cepat transisi, ya memang itu penting untuk tim saat bermain. Harus rapat saat bertahan agar lawan kesulitan. Saya pikir itu yang dilakukan hari ini,” ungkap Vera pada wartawan. 
 
Sementara, pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengatakan beban yang menghinggapi timnya sejak awal musim masih belum juga hilang. Pelatih menurut Kak Seto sudah berusaha membangun komunikasi dan mengingatkan para pemain untuk mengangkat beban tersebut. 
 
“Hasil kita tahun kalah 2-1, ini terjadi lagi, kekalahan di kandang terlalu banyak saya sampai lupa berapa kali. Beban masih ada, beberapa pemain tidak tampil maksimal. Tapi apapun itu, itu tanggung jawab saya. Di babak pertama kami mencoba mencetak gol, defend kami rapuh dan bebetapa peluang terbuang sia-sia. Kami mohon maaf pada pendukung PSS kami belum bisa memenangkan pertandingan meski keinginan kami sangat besar untuk menang. Beban begitu berat ini yang akan kita urai. Biarkan nanti manajemen yang menentukan sikap. Kami dan pemain mencoba memperbaiki sampai putaran pertama ini, untuk menjadi sesuatu yang positif,” terang Kak Seto. 
 
Kak Seto juga memberikan pernyataan terkait pilihannya duduk di bench sepanjang pertandingan. Pasalnya bukan tanpa sebab ia meminta asistennya Ansyari Lubis dan Bonggo Pribadi bergantian berdiri memberi instruksi. 
 
“Kita saling bergantian, staf pelatih bisa dalam posisi itu. Saya mungkin lebih fokus saat duduk. Kita sudah berkomunikasi, kami beri kesempatan teman-teman pelatih berdiri di depan, saya duduk lebih jelas melihatnya,” pungkas Kak Seto. (Fxh)

Kredit

Bagikan