Duka Mendalam di Kanjuruhan Usai Arema vs Persebaya

user
Tomi Sujatmiko 02 Oktober 2022, 08:24 WIB
untitled

Krjogja.com - MALANG - Duka mendalam, tragedi yang tak diharapkan siapapun terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang usai laga Arema FC menghadapi Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Polda Jawa Timur mengkonfirmasi adanya 127 orang meninggal dunia dan 180 lainnya mendapatkan perawatan karena insiden yang terjadi semalam.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris melalui laman resmi klub mengatakan duka cita mendalam atas peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan. Arema FC menurut dia bertanggungjawab atas penanganan korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.

“Manajemen Arema juga akan membentuk crisis center atau posko informasi korban untuk menerima informasi dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit. Kepada keluarga korban, manajemen Arema FC memohon maaf sebesar-besarnya serta siap memberi santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan paska musibah agar banyak yang bisa diselamatkan,” tandas Abdul Haris.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur, Irjen Polisi Nico Afinta mengatakan ada 127 korban meninggal dunia dalam situasi di Kanjuruhan Malang. Dua di antaranya disebut Nico merupakan anggota polisi sementara sisanya pendukung Arema FC.

34 orang diketahui meninggal dunia di dalam stadion sementara sisanya meninggal di rumah sakit. Polisi juga mencatat adanya lebih dari 180 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Dalam kejadian tersebut telah meninggal dunia 127 orang, dua di antaranya anggota Polri,” ungkapnya pada wartawan saat sesi konfrensi pers di Polres Malang.

Insiden di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu. Suporter tuan rumah akhirnya masuk ke lapangan dan berusaha dihalau petugas keamanan.

Akhirnya ditembakkan gas air mata ke arah tribun yang dimaksudkan untuk memecah massa. Diduga, banyak suporter yang terinjak-injak dan mengalami sesak nafas atas situasi tersebut.

Kredit

Bagikan