Lima Kerusuhan Sepakbola Paling Tragis di Dunia, Ratusan Jiwa Melayang

user
Tomi Sujatmiko 02 Oktober 2022, 08:41 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Kerusuhan dalam pertandingan sepakbola kerap terjadi. Apapun bisa mennjadi pemicunya, mulai dari wasit tidak fair sampai tidak rela tim kesayangannya kalah. Akibatnya terjadi bentrok antar suporter sehingga memakan korban jiwa.

Padaha, FIFA selaku otoritas seoakbola dunia selalu menggaungkan fair play dalam setiap pertandingan. Termasuk kerusuhan dan tragedi kanjuruhan yang terjadi Sabtu (1/10) malam. Kondisi ini menambah panjang kejadian dalam kerusuhan paling tragis dalam sepakbola.

Lantas, apa saja kerusuhan paling mencekam yang lain? Berikut 5 kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola:

1. Tragedi di Stadion Nasional Peru (24 Mei 1964, 318 Orang Meninggal Dunia)

Sebanyak 318 orang meninggal dunia dan ini merupakan kerusuhan paling tragis dalam sejarah sepakbola. Saat itu, digelar Kualifikasi Olimpiade 1956 yang mempertemukan tuan rumah Peru vs Argentina.

Awalnya laga berlangsung sengit. Namun, semuanya berubah setelah wasit menganulir gol yang dibuat Peru. Alhasil, fans Peru menggila dan memulai kerusuhan. Akibatnya, 318 orang meninggal dunia dan mengakibatkan 500 orang luka-luka.

2. Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya (1, Oktober 2022, 127 Orang Meninggal Dunia)

Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi kelar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, pun mengungkap kronologi terjadinya kerusuhan.

”Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

"Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," lanjut Nico.

HALAMAN

Kredit

Bagikan