Suara Dari Maguwoharjo untuk Duka Kanjuruhan

user
Ivan Aditya 06 Oktober 2022, 21:47 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - 'Jogja Solo Sleman kita saudara, Jogja Solo Sleman kita saudara, hari ini dan selamanya'. Lagu tersebut kerap kali terdengar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Kamis (06/10/2022) malam.

Suara itu mememik bukan dari atas podium elite suporter. Namun justru dari berbagai komunitas akar rumput yang lebih banyak berkumpul di lingkar luar tempat acara di parkir barat Maguwoharjo.

Ribuan suporter dari DIY, Solo dan berbagai daerah di Indonesia kembali berkumpul di halaman parkir barat Stadion Maguwoharjo. Pertemuan bernuansa damai di tengah duka tragedi Kanjuruhan ini menjadi yang kedua di DIY setelah sebelumnya diadakan dengan sangat besar di Mandala Krida.

Kali ini ribuan suporter yang tak kalah banyaknya dibanding saat di Mandala Krida berkumpul. Mereka berdoa bersama mendoakan ratusan korban dari tragedi Kanjuruhan dan membawa pesan untuk mengusut tuntas kasus yang membawa serta korban jiwa terbanyak sepanjang sejarah sepakbola modern ini.

Pernyataan lantang disuarakan olen perwakilan suporter malam tadi. Salah satu yang terpenting yakni harapan besar pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan Aremania, putra-putri Indonesia.

Sesepuh Supprter Sepakbola Sleman, Sismantoro mengatakan pertemuan malam di Maguwoharjo adalah sejarah seluruh suporter di Indonesia. Lek Sis mengatakan bahwa suporter Arema Malang tidak akan pernah sendiri karena seluruh suporter berdiri bersama mereka.

“Kita semua bersama-sama, sampai kapanpun. Ini sejarah yang sangat sedih untuk persepakbolaan Indonesia, sangat berat. Maka itu kami mohon kepada seluruh suporter terutama Jogja dan di manapun kita berada. Malam ini jadi awal untuk kita bersama satu suara, satu tujuan bersatu bagi Indonesia,” tegas Lek Sis.

Secara khusus, Lek Sis juga mengharapkan agar aparat penegak hukum dan negara bisa mengusut tuntas siapa yang harus bertanggungjawab atas tragedi memilukan di Kanjuruhan.

“Kami minta juga untuk kepolisian, harus diusut setuntas-tuntasnya. Aparat apapun yang mengamankan pertandingan, jangan sampai arogan lagi. Kami mohon sekali lagi untuk mengusut tuntas siapapun pelakunya,” pungkas Lek Sis.

Sementara, pada malam yang diiringi gerimis tipis, Maguwoharjo kembali menjadi saksi bertemunya Brajamusti, The Maident, Pasoepati bersama seluruh komunitas suporter Persis dengan BCS dan Slemania. Perwakilan suporter dari berbagai klub tanah air termasuk Aremania juga turut menyaksikan, bahwa seluruhnya berikrar ingin terus menjaga perdamaian yang terjalin saat ini hingga ke depan.

“Kami tidak ingin mewariskan dendam pada anak cucu ke depan. Apapun yang terjadi di belakang, harapannya selesai saat ini dan kita hanya membawa hal-hal baik ke depan,” ungkap Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin ‘Thole’.

Malam tadi, untuk kali pertama terlantun pula anthem Aku Yakin Dengan Kamu di Maguwoharjo. Luar biasa segala sesuatu yang terjadi kali ini, di mana sebelumnya untuk kali pertama pula Sampai Kau Bisa berkumandang di Mandala Krida. Anthem Persis Solo, Satu Jiwa juga berkumandang mesra di Maguwoharjo yang menutup rangkaian doa bersama. (Fxh)

Kredit

Bagikan