Belanda Vs Argentina, Ulangi Memori Marseille 1998

user
Agusigit 08 Desember 2022, 20:55 WIB
untitled

Krjogja.com - DOHA - Belanda bakal bersua Argentina pada babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Doha, Sabtu (10/12) dini hari. Laga kedua negara di pentas sepakbola paling akbar di Bumi ini mengulangi pertemuan yang terjadi di Stadion Velodrome, Marseille, 4 Juli 1998 silam.

Kala itu, Belanda dan Argentina juga menjalani laga babak perempatfinal Piala Dunia 1998 yang berlangsung di Prancis. Dalam laga tersebut, 'Tim Oranye' tampil sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 dan penyerang Dennis Bergkamp tampil sebagai pahlawan lewat gol penentu kemenangan yang indah pada menit ke-90.

Tepat 24 tahun selepas pertemuan tersebut, kedua negara kembali bertemu di babak yang sama pada gelaran Piala Dunia 2022 Qatar. Belanda lolos ke perempatfinal usai menang 3-1 atas Amerika Serakat, sedangkan Argentina unggul 2-1 dari Australia. Usai menang atas lawan-lawannya di babak 16 besar, keduanya bakal sama-sama mengejar hasil positif demi merebut tiket ke partai semifinal.

Sebelum kembali bertemu di babak perempatfinal Piala Dunia 2022, tercatat Belanda dan Argentina sudah 9 kali bertemu di berbagai kesempatan. Terakhir keduanya berjumpa pada babak semifinal Piala Dunia 2014 di Brasil. Setelah bermain tanpa gol di waktu normal dan perpanjangan, Argentina akhirnya meraih kemenang lewat adu penalti dengan skor 4-2.
Kekalahan di Piala Dunia 2014 tersebut jelas masih menyisakan kekecewaan pelatih Belanda di Piala Dunia kali ini, Louis Van Gaal. Pasalnya, pada Piala Dunia Brasil tersebut, pria 71 tahun tersebut juga menjabat sebagai pelatih 'Tim Oranye'. "Sekarang kami ingin membalas dendam," tegas van Gaal dikutip dari FIFA.com.

Meski mampu meraih kemenangan di pertemuan terakhir, namun dari total 9 pertemuan, Belanda lebih dominan dengan mencatatkan 4 kemenangan (1974 menang 4-1, 1974 menang 4-0, 1998 menang 2-1, 2003 menang 1-0) berbanding 3 kemenangan yang diraih Argentina (1978 menang 3-1, 1979 menang adu penalti 8-7 dan 2014 menang adu penalti 4-2). Sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.

Jelang pertemuan kali ini, Belanda yang dilatih Louis Van Gaal memang kalah diunggulkan jika dibandingkan lawannya. Pasalnya, dari sisi peringkat FIFA, wakil zona Eropa ini hanya menempati ranking ke-8, sedangkan 'Tim Tango' diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk sang mega bintang Lionel Messi, menempati peringkat ke-3 FIFA.

Bagi Van Gaal, keberadaan Messi di tim Argentina sangatlah penting dan menjadi motor utama skuad besutan pelatih Lionel Scaloni tersebut. Untuk itu, dirinya meminta anak-anak asuhnya untuk membatasi gerak pemain berjuluk 'La Pulga' di laga nanti. "Messi adalah pemain kreatif paling berbahaya. Ia mampu menciptakan banyak hal dan mencetak gol sendirian," jelas Van Gaal.

Guna melawan kekuatan Argentina bersama Messi, Van Gaal diperkirakan akan memainkan skema menyerang dengan mengandalkan lumbung golnya di Piala Dunia kali ini, Cody Gakpo. Penyerang PSV Eindhoven yang telah mencetak 3 gold ari 4 laga ini akan dimaksimalkan untuk membongkar pertahanan lawan dengan didampingi dua pemain berkarakter menyerang lainnya, Davy Klaassen dan Memphis Depay.

Namun, upaya Belanda untuk meraih kemenangan di babak perempatfinal ini tak akan mudah, karena Argentina yang menjadi lawan juga dalam kondisi 'on fire'. Selain itu, Lionel Messi yang baru saja melewati rekor gol Diego Maradona sebagai top skor Argentina dalam Piala Dunia, juga punya catatan tak pernah kalah setiap berjumpa Belanda di dua edisi Piala Dunia, dimana pada tahun 2006 kedua tim bermain imbang 0-0 dan 2014 Argentina menang adu penalti.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni menilai laga kontra Belanda akan menjadi pertandingan yang sangat ketat dan menarik. Namun dengan kekuatan amunisi para pemain terbaiknya, 'La Albiceleste' berharap bisa meraih hasil positif dalam pertandingan kali ini. "Ini akan menjadi pertandingan yang sangat indah, dengan dua tim bersejarah. Sedihnya satu tim harus kalah dan kami berharap kamilah yang lolos," kata Scaloni.

Selain akan mengandalkan Messi, Scaloni diprediksi akan memainkan bomber muda usia, Julian Alvarez yang di dua partai terakhir menghadapi Polandia dan Australia, selalu mencetak gol. Nama lain yang berpeluang diturunkan adalah Papu Gomez untuk menggantikan posisi Angel Di Maria yang masih berkutat dengan cedera, serta Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister dan Rodrigo De Paul untuk mengisi sektor tengah.

Dari empat laga yang dilakoni Argentina, Scaloni mengaku puas dengan apa yang diperlihatkan para pemainnya setelah mampu memenangkan tiga pertandingan berturut-turut, setelah sebelumnya kalahan mengejutkan dari Arab Saudi. "Kami puas. Para pemain saya dilahirkan untuk bermain dalam permainan semacam ini," tandas Scaloni. (Hit)

Live SCTV, Sabtu (10/12) pukul 02.00 WIB

Perkiraan Pemain :
Belanda (3-4-1-2): Andries Noppert; Jurrien Timber, Virgil van Dijk, Nathan Ake; Denzel Dumfries, Daley Blind, Marten De Roon, Frenkie De Jong; Davy Klaassen; Memphis Depay, Cody Gakpo.
Pelatih: Louis van Gaal.
Argentina (4-3-3): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Marcos Acuna; Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Papu Gómez, Julian Alvarez.
Pelatih: Lionel Scaloni.

Kredit

Bagikan