1.194 Pelari Ditantang Taklukkan Gumuk Pasir Parangtritis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para pecinta olah raga lari ditantang untuk menaklukkan beratnya medan gumuk pasir Pantai Parangtritis Bantul. Di bawah teriknya sinar matahari dan kencangnya hembusan angin pantai selatan, ketahanan fisik pelari bakal diuji untuk mampu menjadi yang tercepat.

Even ini bertajuk Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019 (RJSDG2019) akan dilaksanakan Minggu (27/10/2019) mendatang. RJSDG2019 membuka dua kategori masing-masing lari 6K dan 10K. Selain melintasi medan gumuk pasir, para pelari juga akan diajak untuk menjelajahi kawasan pedesaan sekitar Pantai Parangtritis.

Ketua Panitia RJSDG2019, Ali Nor Hidayat mengatakan even ini mendapat animo besar dari masyarakat dan pecinta olah raga baik dari komunitas maupun individu. Terbukti sebanyak 1.428 peserta telah mendaftar dengan rincian kategori 6K sebanyak 1.194 peserta dan 10K sebanyak 234 peserta.

“Ajang lomba lari ini sekaligus menjadi wadah kompetisi bagi para pecinta lari yang tersebar di Indonesia. Apalagi saat ini sudah terbentuk komunitas lari yang kerap mencari wadah kompetisi untuk menyalurkan hobi dan ajang RJSDG2019 ini menjadi tempat bagi mereka,” jelas Ali Nor Hidayat, Jumat (25/10/2019).

Ia menambahkan RJSDG2019 menawarkan sensasi unik yang mengkombinasikan antara olah raga dan pariwisata. Selain sehat secara fisik diharapkan pula ajang ini dapat dijadikan sebagai media refreshing bagi para pecinta lari jelajah alam.

Kepala Badan Informasi Geospasial, Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan even RJSDG2019 merupakan bagian dari perayaan 50 tahun Badan Informasi Geospasial. Ajang ini bertujuan untuk memperkenalkan  objek wisata di selatan Bantul khususnya gumuk pasir yang ternyata merupakan bukit pasir terluas di Asia Tenggara.

“Fenomena alam unik ini harus dipromosikan secara luas guna menginformasikan tujuan wisata baru yang layak dikunjungi. Harapannya keindahan wisata pantai selatan ini dapat dikenal luas sehingga menumbuhkan rasa bangga terhadap keelokan alam nusantara,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI