Asian Games 2018, Ajang Promosi Indonesia di Internasional

JAKARTA,KRjogja.com – Penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah di depan mata. Event ini akan dibuka pada 18 Agustus atau sekira tiga bulan lagi. Kapolri Tito Karnavian, Erick Thohir Ketua INASGOC serta Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan kekesalannya. Hal itu karena publik di luar Palembang masih adem-ayem meski penyelenggaraan sudah semakin dekat.

Karena itu, pada Rabu (2/5/2018) pun digelar acara bertajuk “Road to Asian Games 2018” yang diselenggarakan di Hotel Le Meridien. Selain tiga nama di atas, acara ini dihadiri pula oleh Menpora Imam Nahrawi dan Triawan Munaf dari Bekraf.
Erick Thohir mengatakan bahwa Asian Games adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk melakukan branding ke publik internasional. "Asian Games 2018 lebih dari sekadar event olahraga semata, Asian Games merupakan national branding untuk promosi visi Indonesia di mata dunia." ujar Ketua INASGOC itu.

Menurut Erick, torch rally atau pawai obor sebagai pembuka dirancang akan melalui berbagai destinasi wisata di Indonesia. Dimulai dari Yogyakarta, obor antara lain akan melewati Malang, Bali, Makassar, Raja Ampat, Balikpapan, Aceh, Padang, Palembang dan Jakarta.

Event olah raga ini akan melibatkan sekitra 15.000 atlet dari 54 negara yang tersebar di seluruh kawasan Asia. Selama pelaksanaan, setiap hari TV China akan menyiarkan secara langsung selama 12 jam. Sampai saat ini sudah ada 26 kepala negara atau menteri yang merencanakan hadir saat pembukaan. Beberapa di antaranya Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Asian Games 2018 akan menyandingkan rujuk dua pemimpin negara yang selama ini bertikai.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa momen Asian Games 2018 penting sebagai cara untuk mempersatukan bangsa yang terpecah akibat polarisasi politik. Ia kemudian membandingkan dengan campaign Tokyo 2020.

“Saat ini atau tiga tahun sebelum Olimpiade Tokyo tahun 2020, masyarakat di seluruh Jepang sudah mulai demam Olimpiade, sedangkan kita tinggal tiga bulan lagi Asian Games masih adem ayem,” ujar Kapolri.

Kapolri mengungkapkan bahwa pelaksanaan Asian Games di Jakarta dihadapkan pada tiga potensi masalah. Pertama adalah kemungkinan munculnya protes dari masyarakat Indonesia terhadap peserta.

“Misalnya kontingen Myanmar karena adanya masalah Rohingya.” Masalah kedua adalah street crime, yakni terkait copet, jambret dan premanisme, yang menurut Kapolri sudah siap diantisipasi oleh jajaran kemanan. “Masalah ketiga adalah kemacetan Jakarta, mengingat adanya venue yang terpisah seperti di Depok dan TMII. Ini akan lebih mudah jika anak sekolah diliburkan, tapi jangan saya yang mengusulkan ya,” ujar Tito sambil tertawa.

Alex Noerdin dalam kesempatan ini juga menyayangkan publik yang masih belum bergairah menyambut pelaksanaan Asian Games.“Palembang sudah hangat, hanya saja di luar Palembang masyarakat masih adem ayem. Saya berharap media mau membantu memberitakan Asian Games 2018.”

Selebihnya Gubernur Sumsel ini mengungkapkan bahwa persiapan fisik sudah bisa dikatakan selesai, pihaknya tinggal melakukan sentuhan akhir untuk memperindah semua sarana dan prasarana. Palembang diuntungkan sebab semua kegiatan terpusat di kawasan Jakabaring.

“Atlet hanya perlu berjalan kaki 10 menit dari tempatnya menginap ke lokasi pertandingan,” ujarnya menambahkan.

Acara olah raga ini membuka peluang untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia. Misalnya dengan menyajikan beragam kuliner daerah kepada para atlet yang datang dari berbagai kawasan Asia. Kota-kota yang dilalui torch rally juga bisa mengadakan festival budaya untuk memeriahkan suasana. Menurut Tito, TNI–POLRI sepakat memasang berbagai spanduk untuk memeriahkan Asian Games pada pos dan bangunan kantor yang mereka miliki.

Karena itu pada bagian akhir, para pembicara ntampaknya juga setuju bahwa masyarakat Indonesia saat ini perlu mendinginkan situasi politik dan sebagai gantinya, memanaskan Asian Games. Kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia secara positif ke dunia internasional perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. (*)

BERITA REKOMENDASI