Belum Ada Izin, NPC Indonesia Belum ke Filipina

SOLO, KRJOGJA.com – National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia telah menyiapkan tim untuk meninjau venue dan fasiltas yang ada di sejumlah kota di Filipina yang menjadi ajang Asean Para Games (APG). Ini sebagai rangkaian persiapan penting agar seluruh atlet yang turun di 16 cabang olahraga tampil optimal.

"Namun sampai kini NPC belum bisa memberangkatkan tim karena belum mendapatkan izin," jelas Rima Ferdiyanto, wakil sekjen NPC, Jumat (20/12/2019). Kedatangan tim pendahulu untuk memastikan apakah seluruh fasilitas yang ada sesuai dengan yang mereka papatkan beberapa waktu lalu.

Jadi gambaran yang ada sekarang masih sesuai paparan mereka. "Tapi kami ingin memastikan bagaimana kondisi sebenarnya. Misalnya bagaimana toilet hingga bus atlet. Tapi pihak tuan rumah belum bisa menerima kedatangan tim pendahulu dari Indonesia," jelasnya.

Rima memperoleh kabar, Filipina juga telah mempersiapkan bandara yang bisa didarati pesawat jenis Airbus 330. "Minggu depan kabarnya baru akan mencoba didarati pesawat sejenis Airbus 330," kata Rima.

Menurutnya, dari 16 cabor yang dipertandingkan 9 digelar di Clark, kemudian  6 cabor di Subic dan satu cabor di Manila. Masih ada satu cabor lain sebagai ekshibisi dimainkan di Clark.

Tentang peluang tuan rumah merebut juara umum seperti saat Sea Games ia mebyatakan rasanya tidak mungkin. Karena setiap mengajukan cabang baru andalan yang menguntungkan selalu ditolak NPC. Jadi akhirnya tahu diri dan siap menempati posisi keempat. "Cabor tradisional mereka yang diusulkan ditolak semua. Salah satunya dansa dengan kursi toda," pungkasnya. (Qom)

BERITA REKOMENDASI