Cari Bibit Petinju Pro, Chris John Ingin Jateng Punya Sasana

SEMARANG, KRJOGJA.com – Legenda tinju dunia Indonesia Chris John menilai pembinaan atlet tinju di Indonesia belum sepenuhnya ditangani secara profesional dan memperoleh dukungan pemerintah daerah. Termasuk di Provinsi Jawa Tengah, yang notabene menjadi tempatnya mengawali karier di tinju. Oleh karena itu setelahnya, karier tinju minim sekali menembus dunia profesional dalam skala internasional. 

"Saya berharap Provinsi Jawa Tengah ini memiliki sasana yang sangat representatif mendukung pembinaan tinju profesional. Setidaknya ada support dari pemerintah daerah, mengingat bibit petinju di Jawa Tengah ini tak kalah dengan Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai ladangnya petinju tanah air", ungkap Chris John, Minggu (14/7/2019) siang usai menerima penghargaan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) di Semarang bersama Elisabeth Liu, wanita Indonesia pertama yang menjadi promotor tinju. 

Lebih jauh Chris John mencontohkan Pemerintah Daerah Provinsi NTT yang mulai menggarap potensi daerahnya sebagai ladang petinju dengan merintis sasana tinju yang akan ditangani secara profesional dan melibatkan dirinya sebagai konsultan.
"Begitu saya mendapatkan tawaran tersebut, saya langsung mengiyakan karena sejalan dengan cita-cita saya akan melahirkan bibit-bibit petinju profesional yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia", ungkap Chris John.

Chris John sendiri menggantungkan sarung tinjunya bertujuan ingin fokus meregenerasi dan menangani pembibitan petinju. Harapannya terhadap Jawa Tengah cukup tinggi karena dirinya paham dengan potensi yang ada. "Saya ini dulu petinju yang tidak dipakai dalam pertandingan-pertandingan yang terskedul antar daerah, namun saya justru dibina untuk pro dan akhirnya berhasil mencapai prestasi yang awalnya sulit diprediksi. Semuanya berkat ketekunan, kegigihan dan penanganan yang profesional untuk bisa menjadikan saya sebagai Juara Dunia WBA", papar Chris John.

Putra Banjarnegara ini pun siap jika diminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencetak bibit-bibit petinju pro. Tanpa peran pemerintah, menurutnya akan sulit tercapai karena kebutuhan profesional itu cukup besar. Tidak hanya sarananya, tapi manajemennya pun tidak boleh sembarangan.

Leprid memberikan penghargaan kepada Chris John kategori The Legend Award yang pernah mempertahankan Gelar Juara Tinju Dunia WBA sebanyak 18 kali dengan rekor menang 51 kali dari 52 kali pertandingan serta Juara Dunia Kelas Bulu Pertama di Indonesia.

Penghargaan Prestasi diberikan oleh Direktur Leprid Paulus Pangka SH kepada Chris John dan Elisabeth Liu yang sekaligus pendiri FAHILUKA Surya Production, sebuah sel yang berisi orang-orang peduli yang menggerakkan dunia olahraga, seni & pariwisata, pendidikan dan ekonomi, berada di Kupang NTT. (Cha) 

BERITA REKOMENDASI