Didorong ke Level Asia Tenggara

SLEMAN (KRjogja.com) – Penyelenggaraan Kejuaraan Tingkat Nasional Tenis KR Open yang tahun ini telah memasuki edisi ke-5 membuat Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X mendorong agar ajang ini naik level ke tingkat Asia Tenggara. Kehadiran petenis-petenis luar negeri diharapkan mampu menambah semangat atlet-atlet dalam negeri untuk meningkatkan prestasinya.

"Karena Tenis KR Open sudah berlangsung selama lima kali berturut-turut dengan level nasional, sudah saatnya menghadirkan petenis-petenis dari luar negeri. Mungkin dari dua atau tiga negara di Asia Tenggara terlebih dahulu," tegas Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X saat membuka Kejuaraan Tingkat Nasional Tenis KR Open V-2016 di Lapangan Tenis Indoor UNY, Senin (8/8/2016).

Dengan adanya petenis-petenis asal luar negeri yang tampil di kejuaraan ini, maka akan menambah semangat petenis-petenis lokal baik DIY maupun Indonesia untuk bisa tampil sebaik mungkin. Selain itu, mereka juga akan semakin bangga saat bertanding dengan lawan yang berasal dari luar negeri, terlebih saat mampu mengalahkan mereka.

Upaya untuk membawa Tenis KR Open naik ke level Asia Tenggara menurutnya memang harus mendapatkan dukungan penuh dari induk organisasi tenis nasional yakni PB Pelti. Sebagai induk organisasi, Pelti sudah selayaknya mendukung pihak-pihak yang bersedia menggelar kejuaraan seperti KR dan pelaksanaannya juga sudah berlangsung sukses selama lima kali berturut-turut.

"Ya sudah selayaknyalah PB Pelti untuk membantu dan mendukung ajang ini bisa ke level Asia Tenggara. Apapun itu bentuk bantuannya. Karena, dengan adanya kejuaraan ini, maka para petenis Indonesia ini akan tahu dimana posisi mereka di persaingan nasional maupun Asia Tenggara," jelasnya.

Ketum PB Pelti Wibowo Suseno Wirjawan yang turut menghadiri upacara pembukaan mengaku sangat mendukung upaya menjadikan Tenis KR Open naik ke level Asia Tenggara atau membawa ajang internasional ke DIY. Hanya saja, untuk menjadikan DIY sebagai tuan rumah kejuaraan berskala internasional jelas membutuhkan persyaratan yang lebih tinggi.

"Kalau secara komitmen, kami sangat mendukung keinginan Wagub menjadikan ajang ini ke level Asia Tenggara, kami akan cek dulu fasilitas yang ada di DIY apakah memenuhi syarat untuk level internasional. Kadang syarat ituah yang menyulitkan daerah menjadi tuan rumah dan terkadang sejak awal pembangunan lapangan, tak pernah dipikirkan ke arah internasional," jelasnya.

Terpisah, Ketum Pengda Pelti DIY, dr Gun Nugroho Samawi mengatakan, ajang tahun ini diharapkan bisa menjadi saran untuk berkompetisi antarpetenis yang selama ini telah berlatih di daerah masing-masing. Pada penyelenggaraan tahun ini, Tenis KR Open semakin istimewa karena diikuti petenis-petenis dari berbagai daerah yang akan tampil di PON XIX-2016.

"Kompetisi tahun ini semakin ketat dan kami harapkan, nantinya akan memunculkan hasil terbaik bagi para peserta," jelasnya. (Hit/Sal)

BERITA REKOMENDASI