Dojo STPN Yogya Rebut 3 Perunggu

YOGYA, KRJOGJA.com – Dojo Sekolah Tinggi Pertanahan Negara (STPN) Yogyakarta meraih 3 medali perunggu dalam Kejurnas karate dalam rangka Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK). Event yang diikuti sebanyak 25 dojo tersebut digelar di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten, Sabtu (7/3). Ketiga medali perunggu dojo STPN Yogyakarta tersebut disumbangkan tiga karateka yang tampil di kelas kumite perorangan. Mereka adalah, Fadhlan Adi Maulana (kelas – 60 kg putra), Amelia Dinda Salsabilla, (- 55 kg putri) dan Oktaviani Dwi Rahayu (+ 68 kg putri).

Pelatih karate dojo STPN Sempai Abdul Khayi SPdI (Dan III Inkai) di Yogya, Minggu (8/3) menjelaskan, dalam kejurnas STPI Curug tersebut, STPN Yogya mengusung 8 karateka, terdiri 4 karateka putra dan 4 karateka putri. Di antara 8 atlet karate STPN yang tampil dalam kejurnas kali ini ada yang turun merangkap yakni kelas kata dan kumite. Untuk kelompok putra yaitu Fadhlan Adi Maulana (kelas kata dan kumite -60kg), Ahmad Zaky Hakim (-55kg), Juan Gratia Pakingki (-67kg) dan Andika Rianata Putra (-75kg). Di bagian putri, karateka dojo STPN meliputi Amelia Dinda Salsabila (kelas kata dan kumite), Dewi Ratih Sekarsari (-50kg), Laila Arlistyana (-68kg) dan Oktaviani Dwi Rahayu (+68kg).

Pelatih Abdul Khayi yang juga penyidik Denpom IV/2 Yka mengatakan, capaian 3 medali perunggu seharusnya masih bisa ditingkatkan. Namun karena keterbatasan peralatan sarana dan prasarana dari panitia mengakibatkan sulitnya protes kepada Wasit dilakukan yaitu tidak ada kartu protes dan tidak tersedianya video review. “Kami sempat melakukan protes pada detik-detik terakhir saat pertandingan di kelas – 68 Kg putri. Atlet STPN memakai sabuk merah dapat poin tiga setelah melakukan tendangan ke arah kepala lawan pada saat itu 2 juri sudah angkat bendera merah akan tetapi tidak dihitung. Protes kami tidak diterima oleh Dewan Wasit karena video HP kami hanya bisa menunjukkan gambar satu juri yang mengangkat bendera merah,” papar Abdul Khayi.

Diakui Abdul Khayi, pengalaman pada kejurnas tahun ini cukup memberikan pelajaran dan guru pengalaman yang berharga bagi Kontingen Dojo INKAI STPN sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi yang lebih lagi. (Rar)

BERITA REKOMENDASI