Eko dan Sri Berpeluang Catat Sejarah di Asian Games 2018

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni berpeluang mencatat sejarah sebagai peraih emas pertama di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. 

Pasalnya, Indonesia belum pernah meraih emas dari cabang olahraga angkat besi selama keikutsertaan pada pesta olahraga empat tahunan negara-negara Asia. 

"Eko dan Sri berpeluang mencatat sejarah sebagai lifter pertama yang meraih emas di Asian Games 2018. Ini lah saatnya mereka menunjukkan kemampuannya," kata Anggota Tim Evaluasi Angkat Besi Pelatnas Asian Games 2018, Hadi Wihardja di Jakarta. 

Selama ikut serta pada Asian Games, lifter Indonesia hanya mampu meraih perak. Yakni, Fatmawati (Asian Games Beijing 1990), Mg Supeni (Asian Games Hiroshima, Jepang 1994), Erwin Abdullah (Asian Games Busan, Korea Selatan 2002), dan Sinta Darmariani (Asian Games Guangzhou, China 2010). 

Apa yang diungkapkan Hadi Wihardja cukup beralasan. Pasalnya, kedua lifter peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 telah menunjukkan perkembangan prestasi yang cukup bagus selama menjalani latihan persiapan menuju Asian Games 2018. 

Pada saat menjalani latihan pelatnas Asian Games 2018, Eko yang akan turun di kelas 62kg putra sudah mampu mencatat total angkatan 310kg (Snatch 140kg dan Clean and Jerk 170kg). Total angkatan ini hanya selisih 2kg dari total angkatan terbaik yang diukirnya pada saat tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yakni 312kg (Snatch 140kg dan Clean and Jerk 172kg).

Saingan terdekat Eko adalah Van Vinh Trinh dari Vietnam yang mencatat total angkatan 307kg (Snatch 135kg, Clean and Jerk 172kg) pada saat meraih emas SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia 2017. Dan, Chol Bom Sin dari Korea Utara dengan total angkatan 303kg (Snatch 140kg, Clean and Jerk 166kg).

"Eko hanya butuh konsistensi dalam angkatan untuk bisa mengalahkan keduanya,. Di Asian Games 2018, Eko bisa sekaligus menebus kekalahannya di Kuala Lumpur yang hanya meraih perak, " kata Hadi Wihardja. (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI