Eko Yuli Wirawan Tidak Sengaja Jadi Atlet Angkat Besi

SIAPA yang tak mengenal sosok Eko Yuli Wirawan. Dia adalah atlet angkat besi yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Ia pun selalu mempersembahkan medali dalam keikutsertaannya di Olimpiade yang sejauh ini sudah menyentuh angka tiga kali (2008, 2012 dan 2016). Namanya melambung setelah ia merebut medali perunggu Olimpiade 2008 di Beijing dan 2012 di London. Pencapaian itu dilanjutkan dengan medali perak di Olimpiade 2016 Rio Janeiro.

Raihan prestasi di level Asia Tenggara bahkan Asia sudah mampu ia lewati. Hal itu membuat namanya kini menjadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih prestasi apik di Asian Games 2018. Terlebih ia belum memiliki medali emas di ajang pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

Akan tetapi, tidak ada yang menyangka jika keberhasilan Eko di cabang olahraga angkat besi ternyata berawal dari ketidaksengajaan. Sebab, ia mengaku sebelumnya lebih menggemari olahraga sepakbola.

Ketertarikan atlet 29 tahun itu pada dunia angkat besi karena menyaksikan sekelompok orang berlatih di klub di daerahnya. Pelatih klub tersebut pun akhirnya mengajak Eko untuk berlatih. Sejak saat itu ia mulai akrab dengan dunia barbel.

Pada 2007, Eko pun mendapat kesempatan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior di Praha, Republik Ceko. Tak tanggung-tanggung, ia pun langsung meraih medali emas sekaligus terpilih menjadi lifter terbaik. Pada tahun yang sama ia pun meraih medali emas di SEA Games Thailand.

Kini Asian Games 2018 yang akan dipertandingkan di Jakarta dan Palembang, menjadi kesempatan bagi Eko untuk unjuk gigi di ajang empat tahun sekali itu. Pria asal Lampung itu akan tampil di nomor 62 kg putra. (*)

 

BERITA REKOMENDASI