Hadapi PON Papua, 3 Atlet Panjat Tebing DIY Tetap Latihan

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak tiga pemanjat tebing dari Pengda Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTI) DIY yang berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX tahun 2021 hingga saat ini belum bisa menjalani puslatda di venue Mandala Krida Yogya, karena belum mendapat izin dari pihak pengelola yaitu BPO Disdikpora DIY.

“Karenanya untuk latihan tatap muka dengan para atlet, kita terpaksa melakukan puslatda di venue panjat tebing SMAN 3 Yogya. Untuk latihan tatap muka pada masa pandemi covid-19 ini baru bisa terlaksana sebanyak 50 persen, sedangkan yang 50 persen lagi para atlet menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing,” ujar Sultoni Sulaiman, selaku pelatih panjat tebing PON DIY di Yogya belum lama ini.

Menurut Sultoni, ketiga atlet PON DIY yang lolos ke Papua semuanya putri. Mereka yaitu Rahma Yuna Fadhila, Dyah Puspitaningtyas dan Sukmalintang Cahyani. Ketiganya lolos ke PON Papua, setelah menyabet medali perak dalam babak Pra PON 2019 lalu dalam nomor speed relay putri, sehingga mereka berhak mewakili DIY, karena sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan KONI DIY.

“Dari ketentuan PB PON sebenarnya DIY juga meloloskan 4 atlet putra dari nomor boulder tim putra yaitu atas nama Seto, Andika, Surya Agung Pangestu dan M Farry Arrahman. Namun mereka dalam pra PON panjat tebing 2019 lalu, hanya mendapat medali perunggu, sehingga belum sesuai dengan kriteria KONI DIY yang jika lolos PON minimal menyabet medali perak,” sambungnya.

Diakui Sultoni, dalam Puslatda PON panjat tebing ini dirinya melatih para atlet bersama pelatih lainnya, yakni Fitriyani dan Ryan Windie Atmojohn. Latihan di venue SMAN 3 Yogya setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kategori latihan nomor lead endurance (jalur), Full Up endurance dan manjat boulder. Untuk latihan mandiri Jumat secara online (zoom). “Program latihan masih dalam tahap persiapan umum. Jadi lebih banyak melakukan latihan fisik,” terangnya. (Rar)

BERITA REKOMENDASI