Jadi Wasit Taekwondo Internasional, Herman Andikara Raih Penghargaan LEPRID

SEMARANG KRJOGJA.com – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan prestasi kepada Herman Andikara SH MH (65) yang memiliki segudang catatan prestasi di dalam pembinaan olah raga beladiri Taekwondo kelas dunia. Bahkan putra Semarang ini pernah dinobatkan sebagai Wasit Pertandingan Taekwondo Internasional yang pertama berkebangsaan Indonesia di tahun 1985.

"Kala itu saya ikut seleksi wasit Taekwondo Internasional dan lolos sertifikasi dari Korea langsung. Ada sekitar 2.000 yang diseleksi dan saya masuk dalam 300 yang lolos seleksi. saat itu saya merupakan satu diantara 5 orang Indonesia yang lolos dan dapat menjadi wasil pada pertandingan skala olimpiade", papar herman Andikara SH MH di rumahnya, Jalan Puri Anjasmara M2-27 Semarang, Rabu (2/10/2019).

Belum lama ini, Herman Andikara juga dinobatkan sebagai Taekwondo-in Pertama di Indonesia yang menerima Piagam penghargaan Sabuk Hitam Dan 8 Sertifikat Nasional (kehormatan) dari pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBTI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman.

"Penghargaan Leprid ini perlu diberikan diberikan kepada putra bangsa yang punya dan mengukir prestasi untuk kemajuan olah raga di Indonesia. Herman Andikara merupakan putra Indonesia yang dipercaya sebagai Wasit Internasional dan menyandang ratusan piagam atau sertifikat di bidang olah raga Taekwondo. harapannya akan ada yang mewarisi semangatnya dan melahirkan bibit-bibit baru sebagai penerus," ujar Paulus Pangka SH, Direktur Utama LEPRID.

Menurut pengakuannya, Herman belajar dan menekuni Taekwondo sejak tahun 1975. Sebelumnya dia belajar Kung Fu dan Karate. Tahun 1979 Herman Andikara lolos seleksi sebagai Wasit Taekwondo Internasional yang seleksinya dilakukan di Korea Selatan. Dia berhasil menyisihkan 1.700 wasit dari berbagai negara di seluruh dunia. (Cha)

BERITA REKOMENDASI