Jalan Nordik, Jelajahi Desa Wisata Pulesari

SERATUS LIMA PULUH anggota komunitas jalan Nordik (KJNI), menggelar olahraga sekaligus berwisata di desa wisata Pulesari, Sleman Yogyakarta. Acara  berlangsung Sabtu (28/12/2019), yang diadakan ‘Komunitas Nordik 4B’ bukan hanya diikuti komunitas jalan nordik DIY, namun juga dari Jakarta dan Bandung.

“Sekaligus pemanasan menjelang diresmikan KJNI Pengda DIY, sebagai pengurus daerah yangh pertama di Indonesia setelah pusatnya di Jakarta” kata Lukman ketua KJNI. Menurut rencana organsiasi olahraga yang baru tersebut, akan diresmikan awal Februari mendatang.

Jalan Nordik tersebut sebenarnya olahraga yang populer di Skandinavia dan bagian lain Eropa ini,  yakni berjalan dengan 2 tongkat . Menurut Lukman,  cara efektif menjaga kebugaran bagi orang-orang yang sering duduk dan membungkuk selama bekerja. Sebab kalau bersepeda menggerakan 45 persen otot, tetapi dengan 2 tongkat hampir 90 persen otot kita bergerak.

“Jadi banyak yang kemudian tertarik ikut bergabung. Di Yogya, olahraga ini cepat sekali berkembang.” Kata Martoyo, ketua KJNI pusat.

Menurut salah satu peserta, Nova Daryanto, jalan nordik menawarkan pengalaman berjalan kaki, menjadi latihan untuk mengatasi rasa sakit pada punggung, leher, dan bahu. Khususnya  bagi yang bekerja seharian duduk di depan komputer. Dan pengalaman semacam ini, juga dialami oleh para anggota lainnya. Sebab meski terlihat sederhana, jalan nordik  yang melibatkan sekitar 90 persen otot di tubuh, ini menurut American Nordic Walking Association.

Awalnya saat berjalan, gerakan lengan dan kaki secara berlawanan. Seperti terkesan mudah, awalnya akan merasa kagok karena harus berjalan dengan dua tongkat ski. Namun selanjutnya akan merasa nyaman dan segar.

Acara di Pulesari, sekaligus sebagai even menutup tahun 2019 yang dimeriahkan dengan acara line dance menggunakan tongkat diiringi lagu-lagu campur sari. Olahraga Jalan Nordik, diikuti peserta segala usia. Mulai dari 19 sampai 84 tahun. (Dev)

BERITA REKOMENDASI