Kadishub Klaten Meninggal Saat Downhill, Ini yang Wajib Diperhatikan Para Penghobi Olahraga Ekstrim

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat Klaten dan insan pegiat sepeda dikejutkankecelakaan nahas yang menimpa Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Joko Wiyono saat bermain MTB downhill di Klangon Cangkringan Sleman, Sabtu (11/1/2020) kemarin.

Ia mengalami luka parah di bagian kepala yang kemudian diketahui menjadi penyebab utama kematian meski sempat dibawa ke rumah sakit Panti Nugroho Pakem. Hal tersebut mengundang banyak keprihatinan terutama di kalangan komunitas sepeda. KRjogja.com mencoba merangkum apa saja yang sebenarnya harus dipersiapkan dan diperhatikan ketika hendak melakukan olahraga bersepeda khususnya downhill yang masuk kategori ekstrim.

Yavento Ditra Pranata, seorang atlet downhill profesional asal DIY membantu dalam penggalian informasi tersebut, menjadi narasumber utama KRjogja.com. Menurut Ditra, peralatan keselataman atau safety gear menjadi hal yang wajib digunakan orang yang hendak bermain downhill atau jenis sepeda gunung lainnya seperti freeride, enduro atau all mountain. Helm yang digunakan sebaiknya fullface sehingga melindungi kepala apabila terjadi benturan. Protektor untuk leher dan dada juga tak kalah penting harus digunakan karena area tubuh tersebut juga berbahaya sehingga wajib mendapat perlindungan selain kepala yang utama.

Knee dan elbow protector, atau pelindung siku dan lutut juga dan sepatu harus dikenakan orang yang bermain downhill terutama bagi penghobi. “Tapi selain itu semua yang harus diperhatikan adalah kita wajib mengenali track yang dipakai latihan, kalau hendak mulai sebaiknya berdoa dulu karena tempat main kita di gunung atau hutan, kita ndak tau kondisinya. Kalau mau mencoba obstacle (rintangan) yang baru harus ada yang menemani atau memberi contoh,” ungkap Ditra Minggu (12/1/2020).

Jika melihat situasi yang dialami almarhum Joko Wiyono, Ditra mencermati insiden kecelakaan tersebut terjadi didasari faktor kelelahan tubuh. Apalagi, diketahui almarhum Joko sempat turun track tiga kali dan semuanya aman tanpa kendala. “Penting juga untuk mengenali kekuatan tubuh kita, kalau merasa capek mending langsung berhenti istirahat jangan memaksakan diri. Setiap kita turun track itu butuh pikiran fokus, konsentrasi dan itu membutuhkan tenaga,” imbuhnya lagi.

Sebelumnya diberitakan Kadishub Klaten Joko Wiyono meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di track downhill Klangon. Di saat turun track untuk keempat kalinya Joko mengalami crash di salah satu obstacle baru Klangon dan mengalami luka parah di kepala hingga akhirnya meninggal dunia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI