Klub Pojok Beteng Diresmikan

BANTUL, KRJOGJA.com – Klub catur dapat menjadi tempat lahirnya para pecatur bergelar master. Di organisasi terbawah inilah, menjadi garda terdepan pembinaan atlet, mendapatkan pengetahun dan keterampilan bermain sekaligus wadah berbagi rasa serta pengalaman.

Dengan demikian lahirnya klub di Bantul harus disambut positif. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Umum  Pengkab Percasi Bantul Drs Sutanto saat mengukuhkan Klub Catur Pojok Beteng di Sekretariat klub ‘Warung Bakmi Mbah Mardi’ Bakulan, Patalan, Jetis Bantul, belum lama ini.

Pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Ketua Klub Sumardi, namun orang-orang lebih akrab menyebutnya mbah Mardi. Pengurus yang dikukuhkan terdiri, Ketua,Mbah Mardi, Sekretaris,Dwi Antok, Bendahara, Daryono, Seksi Pertandingan,Rusli sayudi, Seksi Perlengkapan, Purnomo & Mitro.

Menurut Mbah Mardi, awalnya beberapa pecatur jajan di warungnya sambil bermain catur. Karena diapun senang catur maka disediakanlah tempat khusus di seputar warungnya untuk tempat berkumpul, berlatih setiap harinya.

“Setelah berlangsung beberapa bulan, kamipun berembug untuk melegalkan komunitas catur di warung saya ini menjadi sebuah klub catur,” terang Mardi.

Drs Sutanto WNP di Bantul, Minggu (19/1) menjelaskan, bersamaan dengan pengukuhan klub, diadakan turnamen catur yang dipimpin wasit Moh Wahyu RS MN. Turnamen diikuti 30 peserta, menggunakan sistem Swiss 7 babak catur cepat 15 menit.

Hampir seharian peserta memeras otak melakukan 7 kali pertandingan dengan lawan yang berbeda. “Dengan sistim swiss, meskipun kalah tetap bisa bertanding terus sampai 7 babak. Sedangkan peringkat terbaik ditentukan berdasar perolehan nilai tertinggi,” beber Wahyu.

Karena lokasi pertandingan di warung makan, maka suasana pertandingan terkesan santai tidak terlalu formal. Namun demikian sportivitas tetap dijunjung tinggi. (Rar)

BERITA REKOMENDASI