Kompetisi IBL Ditunda, Panitia Merugi

JAKARTA, KRJOGJA.com -Mewabahnya Pandemi Covid-19 membuat penundaan kompetisi olahraga di seluruh dunia, termasuk kompetisi basket kasta tertinggi di tanah air yaitu Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020. Liga yang ditunda, tentu punya potensi kerugian.  IBL mencatat beberapa kerugian, baik materi dan non-materi yang dialami karena situasi wabah virus korona ini.

Menurut Direktur IBL Junas Miradiarsyah ada beberapa kerugian materi yang dicatat. “Yang pertama, pastinya loss opportunity seperti tiket. Baik itu tiket yang seharusnya didapatkan bila kompetisi jalan, maupun tiket yang harus diganti rugi. Kemudian ada juga penjualan merchandise yang juga bisa jadi potensi kerugian karena loss sale,” tegasnya dikutip situs basket.
Hal kedua yang menjadi potensi kerugian IBL dari sisi materi adalah dari sponsor. Menurut Junas, jika musim ini tidak bisa dilanjutkan, maka akan ada konsekuensi dengan pihak sponsor. Selain dari sisi materi, ada faktor kerugian dari non-materi. Kerugian ini tidak berdampak langsung pada IBL, tetapi bisa punya efek jangka panjang.
“Momentum penundaan liga membuat jadwal persiapan tim terganggu. Dalam hal ini tentu siklus tim-tim yang otomatis berubah. Misalnya jadwal latihan, jadwal persiapan musim depan, dan banyak lagi hal-hal yang terkait tim. Dan, yang tidak kalah penting adalah antusias penonton juga pasti terganggu,” terangnya.
Terakhir, berkaitan dengan pihak ketiga, yaitu hak siar televisi. Karena selama ini pihak IBL sudah menandatangani kontrak dengan TVRI. Mereka menyiarkan satu laga di tiap akhir pekan bila ada seri reguler. Junas mengatakan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan TVRI untuk mencari solusi yang tepat.

BERITA REKOMENDASI