Laga Catur Percasi Kudus, Asah Teori dan Mental

KUDUS, KRJOGJA.com – Puluhan atlet catur ‘Kota Kretek’ mengikuti Laga Catur Percasi Pengurus Cabang (Pengcab) Kudus yang berlangsung di halaman SMA Muhammadiyah, Minggu (16/2/2020). Terdapat 63 peserta umum dewasa dan anak- anak atau 30 pasang peserta- satu di antaranya mendapat bye, berlaga memperebutkan Piala Bergilir Catur Terbaik Percasi Kudus tahun 2020.

Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Pengcab Kudus, Teguh Anggoro Kasih mengatakan, laga ini bertujuan untuk mengasah kemampuan teori dan mental para atlet sebelum turun dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Percasi Jawa Tengah yang rencana digelar di Pati, Juli mendatang. “Sekedar apresiasi dalam laga kali ini, kami menyediakan doorprize dan hadiah meski nilai belum seberapa,” ujar Teguh yang juga Ketua Panitia Pelaksana kegiatan.

Menurutnya, ini merupakan kegiatan pertama laga yang diselenggarakan Percasi Pengcab Kudus di tahun 2020. Pihaknya akan menggelar putaran kedua pada Maret nanti, serta putaran ketiga Juni atau Juli mendatang sebelum berlangsung Kejurprov Jawa Tengah.

Laga catur ini, pihaknya dibantu Wasit Ketua Noor Chakim, serta wasit anggota Sucipto dan Wawan Fauzi sebagai wasit pairing yang mengolah hasil pertandingan di perangkat komputer menggunakan program Swiss Manager. Dengan begitu hasilnya dapat terekapitulasi lebih cepat dan tepat.

Wasit Ketua Laga Catur Percasi Kudus, Noor Chakim menambahkan, pihaknya bersama wasit lain melakukan pengawasan laga ini secara fair. Apabila terjadi error, misalnya pada jam catur atau adanya komplain dari atlet peserta, diselesaikan secara baik. Komplain dalam permainan catur diselesaikan bersama dewan hakim pendamping dari peserta berpengalaman atau memiliki jam terbang tinggi.

Baik Teguh maupun Hakim menyatakan, atlet catur di Kudus cukup banyak. Untuk membangkitkan antusiasme atlet dalam meraih prestasi, butuh dukungan semua pihak baik dari orang tua, organisasi, serta pemerintah. Khusus Percasi Kudus diakui belum mampu menghasilkan atlet nasional maupun internasional, tetapi untuk tingkat regional Provinsi Jawa Tengah cukup banyak.

Sejumlah atlet yunior yang ada di Kudus sekarang ini, memiliki potensi mengorbit hingga tingkat nasional dan internasional pada tahun mendatang. Di antaranya Rohman alias Mawel, serta Nabil Ischak Putri. “Prestasi tertinggi kami menjadi juara tingkat regional Jawa Tengah, empat tahun lalu,” kata Nabil, atlet kelas 2 SMA dan mengaku menggeluti dunia catur sejak usia TK. (Trq)

BERITA REKOMENDASI