Menpora Buka Turnamen Billiard Nine Ball GP Ansor Piala Menpora 2016

Editor: KRjogja/Gus

Menpora Imam Nahrawi didampingi Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqud Cholil Qoumas, Kepala Bidang Prestasi PB POBSI Robby Suarly membuka secara resmi Turnamen Billiard Nine Ball GP Ansor Piala Menpora 2016 di Gedung Graha Pemuda Ansor, Jakarta, Selasa (06/9) sore. Turnamen yang dilaksanakan hingga tanggal 8 September ini mengangkat tema Merajut Prestasi Membangun Negeri.

Menpora menilai GP Ansor melakukan perubahan besar melalui turnamen billiard ini membuktikan Ansor tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga secara teknik. Ia harap kedepan Ansor menggerakkan turnamen besar lainnya seperti sepakbola, voli dan sebagainya yang melibatkan massa besar.

"Selamat dan terimakasih atas inisiatif yang luar biasa ini semoga kedepan akan melahirkan atlet-atlet handal dan profesional, saya sebagai Menpora setidaknya bisa berolahraga dan bermain beberapa cabor, hari ini tidak cukup memberikan pesan tetapi harus berbaur, menyelami dan mencari inspirasi dari olahraga," ujar Menpora dalam rilisnya kepada KRjogja.com.

Setiap olahraga menurutnya pasti memiliki folisofi berbeda satu sama lainnya, begitu juga dengan billiard yang berasal dari bahasa arab artinya dengan tangan. "Kami akan terus mendorong agar billiard diperlombakan tidak hanya di SEA Games dan Asian Games melainkan ke Olimpiade juga dengan cabor lainnya seperti tarung drajat, pencak silat, sepak takraw akan terus didorong agar semakin banyak emas yang diraih, untuk itu kedepan kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dimasalkan," pinta pria asal Bangkalan, Madura itu.

Turnamen ini diikuti beberapa organisasi kepemudaan (OKP) di DKI Jakarta seperti Pagarnusa, PP PMII, Ma'arif untuk dilatih hingga menjadi atlet billiard profesional. Ketum GP Ansor menyampaikan pihaknya akan terus mem-back up penuh Kemenpora yang saat ini dipimpin kader GP Ansor. "Alhamdulillah kita membuat sejarah melalui kompetisi billiard, Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk berolahraga terutama berkuda, panahan. Terkait billiard, pihaknya akan menghapus sedikit demi sedikit paradigma negatif billiard menjadi paradigma positif," ujar Qoumas. (*)

BERITA REKOMENDASI