Pasha, Atlet 13 Tahun Asal DIY Masuk Pelatnas Atletik Indonesia

YOGYA, KRJOGJA.com – Usianya masih 13 tahun, sekilas tubuhnya berperawakan kurus dengan rambut panjang diikat kebelakang. Namun siapa sangka, atlet yang kemudian diketahui bernama Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha ini bakal memperkuat Indonesia di ajang kejuaraan atletik dunia. 

Pasha begitu ia akrab disapa secara resmi mendapat panggilan dari negara untuk ikut dalam Pelatihan Nasional (Pelatnas) atletik di Jakarta dan Pengalengan. Siswi kelas VII SMP Negeri 1 Seyegan ini menembus jajaran atlet terbaik yang akan dipersiapkan untuk kejuaraan internasional di tahun 2020 yakni Sea Youth, Asian Youth dan World Championship. 

Bukan tanpa sebab Pasha mendapat kesempatan masuk tim nasional atletik Indonesia. Ia sebelumnya berhasil mendapatkan medali perak dan perunggu dalam ajang Asian School Games 2019 lalu dan mendulang dua emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 untuk lari jarak 1500 dan 5000 meter. 

Catatan tersebut dinilai luar biasa lantara  Pasha harus menghadapi atlet lain yang berusia beberapa tahun di atasnya. Asian School misalnya, mayoritas atlet berusia 17 tahun setara tingkat akhir SMA, namun catatan waktunya berhasil dikalahkan, dan hanya tertinggal dari atlet asal Thailand saja. 

Alhasil kegemilangan Mutiara Pasha menarik perhatian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk membinannya lebih maksimal dalam Pelatnas. Ia bersiap diplot turun dalam nomor 1500 meter dan 3000 meter putri dan akan bertolak untuk menjalani tes awal di Ragunan Jakarta, Sabtu (1/2/2020). 

“Kita sangat bangga ada satu atlet masih sangat muda 13 tahun Mutiara Pasha ini bisa masuk ke Pelatnas atletik. Usianya masih sangat muda, jenjangnya sangat panjang dan kami berharap dia bisa terus berlatih agar mendapat prestasi maksimal, bukan hanya untuk DIY namun Indonesia,” ungkap Ketua Umum KONI DIY Prof Djoko Pekik Irianto saat melepas keberangkatan Pasha, Jumat (31/1/2020). 

Pasha berlatih sejak kelas 4 SD bersama PASI Sleman dengan sangat giat. Ia berulang kali ikut turun di kejuaraan dengan lawan atlet-atlet dewasa dan memiliki mental tak ingin kalah. 

Pelatihnya, Sukri pun mengamini tekad kuat Pasha untuk meraih prestasi maksimal selama ini. “Dia ini anaknya mau berusaha, kalau ikut kejuaraan kalah nangis ingin menang, jadi giat berlatihnya biar bisa menang. Mudah-mudahan nanti di Pelatnas semakin terasah dan bisa maksimal lagi,” ungkap Sukri yang juga didampingi Ketua Pengkab PASI Sleman Aris Priyanto. 

Saat berpamitan dengan KONI DIY dan Balai Pemuda Olahraga (BPO) DIY, Pasha mendapat banyak wejangan dan pesan agar berbesar hati dan selalu siap berlatih dengan senang hati di Pelatnas. Pasalnya, suasana hati yang senang dan bahagia menjadi kunci utama kesuksesan diraih dalam olahraga. 

“Sekarang dik Pasha ini harus belajar mandiri, tidak lagi dekat terus dengan ibu. Terpenting, harus bisa menjalani latihan dengan senang, senang dan senang. Semua di DIY mendoakan yang terbaik untuk Pasha,” pungkas Djoko Pekik. (Fxh)
 

BERITA REKOMENDASI