PBSI Kota Gelar Diklat Pelatih

Editor: KRjogja/Gus

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme pelatih dan juga merealisasikan program kerja tahun 2018, Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Yogyakarta  menggelar diklat pelatih yang dilangsungkan di Aula SMPN 15 Yogyakarta, Sabtu (1/12). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 18 peserta terdiri 18 putra dan 4 putri dari 21 klub anggota PBSI Kota Yogyakarta.

Kegiatan Diklat pelatih tersebut dibuka Cukup MPd MOR mewakili KONI Kota Yogyakarta. Acara pembukaan dihadiri
Ketua umum Pengda PBSI DIY Suhartono, Kepala SMPN 11 Yogya Siti Arina Budiastuti MPd BI dan jajaran Pengurus PBSI
Kota Yogyakarta. Sedangkan narasumber dalam kegiatan diklat pelatih tersebut adalah Prof FX Sugiyanto dan Vierman
Suryanto dari Pengda PBSI DIY. Pelaksanaan diklat pelatih mengusung tema, "Melalui Diklat Pelatih Kita Tingkatkan Kualitas & Profesionalisme Kepelatihan Cabang Olahraga Bulutangkis Kota Yogyakarta".

Ketua I PBSI Kota  Yogya sekaligus Ketua penyelenggara Mujiono Dwi Pujarto yang didampingi Sekum PBSI Kota Dra
Widyati mengatakan, rencana semula kegiatan ini akan berlangsung selam tiga hari, tapi akhirnya dipadatkan menjadi dua harihingga Minggu (2/12). Menurutnya, kegiatan yang didanai KONI Kota Yogyakarta tersebut bertujuan untuk meningkatkan
profesionalisme bulutangkis di Kota Yogyakarta dan melaksanakan program PBSI Kota Yogyakarta.

"Beberapa waktu lalu ditempat yang sama, PBSI Kota Yogyakarta juga telah melaksanakan diklat wasit," ujar Mujiono Dwi Pujarto. Disebutkan, hingga saat ini PBSI Kota Yogyakarta memiliki 21 klub anggota, yaitu Jogjaraya, Pancing Kota, Pratama, Wiratama Jaya, Samudra, Surya Mataram, Victory, Cakra Buana, Tunas Mataram, Tresna Jaya, Pandiga, Tahfidz-Qu, Ace Quality, Sportivo, Musagta, Rajawali, PB Elang, Pamungkas, MDP, Exist dan Nusa.

Salah seorang pelatih Pratama Edy Sulistyo mengatakan, keuntungan dirinya mengikuti kegiatan ini, ingin memberi sumbangan atau saran menghargai sebuah proses atlet dari awal hingga mencapai target. "Ini tugas kita sebagai pelatih ingin mengetahui bakat dan potensi seorang atlet yang kita latih," paparnya.  (Rar)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI