Perjuangan Cabor Buntu, Tim Verifikasi Tetap Ikuti Aturan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tampaknya perjuangan induk organisasi cabang olahraga (PB/PP) yang tidak puas dengan adanya pemotongan anggaran pelatnas Asian Games 2018 menemui jalan buntu. 

Tim Verifikasi yang dibentuk Kemenpora tetap berpegang teguh pada aturan yang telah ditetapkan. "Tim Verifikasi bekerja berdasarkan petunjuk teknis bantuan pemerintah. Jadi, kita tetap merekomendasi apa yang telah diputuskan," kata anggta Tim Verifikasi, Yusuf Suparman di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Petunjuk teknis bantuan pemerintah, kata Yusuf, ditetapkan melalui peraturan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Nomor 1074 Tahun 2017. Bahkan, sosialisasi telah dilakulan kepada seluruh cabang olahraga yang akan memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 nanti. "Sosialisasi tentang peraturan itu sudah dilakukan. Harusnya PB/PP itu harus punya pengetahuan dalam mengusulkan anggaran," katanya. 

Ketika ditanyakan apakah pemotongan anggaran pelatnas cabor Asian Games 2018 sudah final,  Yusuf menyebut tidak istilah pemotongan anggaran. "Yang dilakukan Tim Verifikasi hanya menyesuaikan dengan petunjuk teknis bantuan. Harusnya cabor memahaminya karena mereka nantinya mengelola anggaran negara," tambahnya. 

Lantas bagaimana dengan tuntutan cabor agar ada penambahan bantuan dana pelatnas Asian Games 2018. Menurut Yusuf yang mengejar kandidat program doktor hukum olahraga di Universitatas Padjajaran mengatakan bahwa Tim Verifikasi hanya merekomendasikan saja. Soal penetapan besaran anggaran bantuan ada pada Chandra Bakti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan  Mulyana selaku Kuasa Penggua Anggaran (KPA).

Sebelumnya, Ketua Tim Verifikasi, Adhi Purnomo mengatakan timnya telah merekomendasikan 16 dari 40 cabor yang berpeluang meraih medali emas pada Asian Games 2018. (Fon)

Dia juga menyebutkan ada delapan cabor menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pencairan dana pelatnas. Di antaranya adalah, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jujitsu, Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PERBASI), Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI) dan Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI).

Adhi juga mengakui ada beberapa cabang yang tidak cocok dengan pemtongan kuota atlet yang diajukan. Salah satunya adalah cabang olahraga bridge yang dipotong menjadi 12 atlet dari 32 atlet. (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI