Persiapan Matang, Indonesia Siap Gelar Asian Para Games 2018

JAKARTA, KRJOGJA.com – Raja Sapta Octohari, Ketua Panitia penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC)  menyatakan persiapan Asian Para Games 2018 sudah hampir 100 persen.  Bahkan untuk acara pembukaan meaki tidak sespepektakuler Asian Games,  namun diperkirakan akan lebih baik dari Asian Para Games sebelumnya di Inchoen,  Korea Selatan. 

"Jangan bandingkan dengan Asian Games lalu,  tapi bandingkan dengan Asian Para Games sebelumnya,  mudah-mudahan kita akan lebih baik," kata Octo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Dijelaskannya,  untuk upacara pembukaan yang dijadualkan 6 oktober mendatang,  akan melibatkan 1000 orang penari dan artis dengan melibatkan beberapa seniman seperti Jay Subiakto.  Beberapa artis kondang lainnya. 

Disisa waktu yang tinggal sebentar lagi itu,  Octo mengatakan persiapan semakin dimatangkan, menargetkan tiga sukses, yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses legacy, mengingat sisa waktu yang tinggal 15 hari lagi.

Upacara pembukaan Asian Para Games akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno jam 7 hingga 9 malam. Konsep acara mengambil pesan dan nilai keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan.

Lagu-lagu resmi Asian Para Games III akan dibawakan dalam upacara pembukaan, yaitu Song of Victory (Putri Ariani, Armand Maulana, Once, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara, Lesty Dangdut Academy), Dream High (Sheryl Sheinafia & Claudia Fritska), Juara (Naura & Zizi),Manusia Kuat (Tulus, Andien, Tompi).

“Terkait dengan konsep opening ceremony, kami akan menghadirkan semua talent dan pelaku-pelaku dari opening ceremony. Kami juga akan menampilkan artis-artis yang memiliki kemampuan dan penampilan luar biasa yaitu saudara kami yang menyandang disabilitas karena bagaimana pun tokoh utama dalam acara ini adalah mereka. INAPGOC juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan tiket upacara pembukaan bagi publik disabilitas,” jelasnya. 

Persiapan venue juga sudah memasuki tahap akhir. INAPGOC menyiapkan 19 venue untuk 18 cabang olahraga karena paracycling menggunakan dua venue. Dari seluruh venue yang digunakan, delapan diantaranya di kawasan GBK.

Secara keseluruhan venue sudah siap digunakan tetapi perlu penambahan fasilitas terutama untuk pengguna wheelchair. antara lain ramp, toilet portable, panggung penonton wheelchair.

Hal yang juga menentukan sukses pelaksanaan adalah transportasi. INAPGOC menurunkan total kendaraan sekitar 1.100 unit untuk atlet, ofisial dan penonton.

Seluruh kendaraan merupakan dukungan dari Kementerian Perhubungan, Trans Jakarta, dan Dinas Perhubungan DKI. Di kawasan GBK, para pengunjung dapat memanfaatkan shuttle bus yang berhenti di 8 halte yang ada di setiap venue di dalam GBK.

Bus gratis ini beroperasi jam 07.00-21.00. Selain itu INAPGOC bekerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) DKI menyediakan 35 unit motor roda tiga untuk mengantarkan pengunjung disabilitas yang berkursi roda dari venue ke venue di dalam area GBK.

Asian Para Games 2018 akan diliput oleh 1.000 jurnalis. Fasilitas bagi para pewarta disediakan secara terpusat di Main Press Center (MPC) yang akan dibangun di lantai dasar GBK Arena dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Di MPC tersedia working station yang terdiri 50 unit PC dan 100 set LAN dengan koneksi internet 1 Gbps. Tentu tidak lupa kami siapkan difable working area. Kominfo berkomitmen untuk mendukung penuh Asian Para Games 2018 dengan memastikan layanan yang akan memudahkan kerja wartawan," ujar Plt Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Sumiati.

Fasilitas lain di Main Press Center yang akan resmi beroperasi mulai 4 Oktober mendatang adalah ruang konferensi pers, interview corner, games result and schedule, dining hall dan layanan hospitality berupa kursi pijat dan massage service.

Dari sisi pemerintah, Asian Para Games 2018 juga diharapkan bisa mencapai sukses prestasi. Sebagaimana halnya dengan penyelenggaraan Asian Games yang belum lama usai, pada Asian Para Games pun pemerintah sangat berharap agar diperoleh 4 sukses: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses legacy.

“Terkait sukses prestasi, pemerintah sudah menyiapkan kontingennya secara kompehensif, khususnya melalui pemusatan latihan di NPC (National Paralympic Comnitte) Indonesia yang berpusat di Solo. Baik Presiden Joko Widodo maupun Menpora Imam Nahrawi telah melakukan peninjauan untuk mengetahui kesiapan para atlet yang CdM nya dijabat oleh Wakil Jaksa Agung Arminsyah, dengan tujuan agar semangat dan motivasi bertanding para atlet lebih tinggi lagi," ungkap Sesmenpora Gatot S. Dewabroto.(Sim) 

BERITA REKOMENDASI