Pertama Kali, Pertandingan Tinju di Pantai

JAKARTA (KRjogja.com) – Indonesia akan membuat sejarah baru dunia tinju profesional. Pertandingan tinju tidak main di atas ring melainkan di atas pasir pantai, namanya kejuaraan tinju pantai. Embrionya lahir di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan. Kejuaraan yang akan digelar di daerah pecahan dari Kabupaten Induk Muara Enim pada 2013 itu, akan dipusatkan di Kota Talang Ubi pada 24 September-8 Oktober 2016.

"Kami daerah pemekaran baru karena baru 2013 memisahkan diri dari Muara Enim. Melalui olahraga tinju, kami ingin promosikan daerah kami ke seluruh nusantara hingga ke dunia internasional. Kami tak akan kecewakan penyelenggaraan apalagi even ini bawa nama Indonesia dan merupakan kegiatan pertama di dunia," terang Bupati Heri Amalindo kepada wartawan di media center Kemenpora Senayan, Jakarta.

Promotor Kejuaraan Tinju Pantai Sutrija menjelaskan, kejuaraan ini merupakan kreatifitas anak bangsa. Tujuannya, untuk mengangkat drajat olahraga Indonesia ke level dunia. Sebab, pelaksanaan olahraga ini rencananya akan ditingkatkan ke level Asia Tenggara, lalu Asia, kemudian ke dunia. Untuk kejuaraan di PALI, rencanana akan dihadiri petinju asal Malaysia dan Singapura.

Lanjutnya, total akan ada 80 petinju dari lima kelas yang merupakan representasi dari lima komisi tinju di Indonesia ambil bagian. Rinciannya, masing-masing komisi akan kirimkan 16 petinjunya. Untuk kelasnya, terbang junior (49 kg), bantam junior (52,2 kg), bulu junior (55,3 kg), bulu (57,1 kg), dan kelas ringan (62,1 kg). Pertandingan akan disiarkan televisi sabtu dan minggu.

"Untuk masing-masing juara dari semua kelas akan mendapat hadiah uang Rp150 juta dan sabuk ikan tuna yang merupakan ikan termahal di dunia. Untuk peringkat dua dan tiga menyesuaikan. Kami juga akan berikan uang Rp 1 juta kepada petinju untuk setiap partai. Untuk keamanan, kami juga asuransikan mereka per partai," (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI