Petarung Tebas Camp Juara III One Pride MMA

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Terate Terbang Bebas (Tebas) Karanganyar menyabet delapan medali emas dan 11 medali perunggu di kompetisi One Pride Indonesia MMA di Owabong Purbalingga, Sabtu-Minggu (8-9/12).

Camp petarung ini menyabet juara III di ajang tersebut serta menyumbang seorang atlet terbaik putri. "Secara pamor, Tebas sudah menunjukkan diri ke publik lebis luas. Makin banyak yang mengenal kami. Namun, harus puas dengan hanya membawa pulang delapan emas. Itu di bawah yang ditargetkan,” kata Manager Tim Padepokan Tebas Karanganyar, Darmanto Senin (10/12).

Dalam pertandingan dua hari tersebut, Tebas Camp menurunkan 20 petarung dari 22 atlet andalannya. Meski targetnya luput tercapai, namun manajemen mengantongi banyak pengalaman dan bahan evaluasi demi menyiapkan para petarubgnya unggul di kompetisi selanjutnya. Satu diantaranya minim karantina.

“Sebelum pertandingan seharusnya dikarantina. Tetapi di camp kami tidak. Sudah selesai latihan langsung pulang. Mereka itu berlatarbelakang pekerja, pelajar dan sebagainya. Kalau dikarantina, siapa yang akan menjamin nutrisinya? Keluarga di rumah juga siapa yang akan memberi nafkah? Intinya, memang enggak ada donatur dan anggaran di camp untuk keperluan itu. Sehingga, kita tidak bisa mengawasi perkembangan mereka,” katanya.

Tebas Camp akhirnya diungguli peraih juara I, Rembo Camp dan juara II, Candra Kusuma Camp. Para petarungnya itu mendapat pengalaman bertarung profesional maupun amatir dari camp lain.

“Kompetitor sekarang lebih berat. Dulu, kita dapat sembilan emas untuk ajang piala Danlanud,” katanya.

One Pride Indonesia MMA di Purbalingga mengundang 60-an camp petarung. Meski Tebas Karanganyar berada di urutan 30, namun masih berbangga karena seorang petarung atas nama Riani menyabet gelar atlet terbaik I putri.

“Kami mengapresiasi penyelenggara terkait juri berstandar internasional,” lanjutnya.

Hanya saja, ia mengeluhkan sarung tinju kurang berkualitas dan terlalu tipis. Hal itu menimbulkan petarung rentan terluka fisik.   

“Di event ini, petarung mendapat poin plus. Lebih pada portofolionya,” katanya.

Dari pengalamannya di One Pride Indonesia MMA, manajemen Tebas akan memperbaiki seluruh pengelolaan atlet agar berhasil di event selanjutnya. Pada Januari 2019, camp ini akan mengikuti ajang MMA profesional kickboxing di Wonosobo. (Lim)

BERITA REKOMENDASI