Petinju Indonesia Butuh Banyak Jam Terbang

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pelatih Kepala Tim Tinju Indonesia, Adi Suwandana menyadari kegagalan Mario Blasius Kali dan Grece Savon Simangunsong merebut medali emas di arena test event Asian Games baru-baru ini. 

Dia menyebut petinju Indonesia butuh  pengalaman bertanding lebih banyak sebelum diterjunkan pada Asian Games 2018 nanti. "Mario dan Savon kalah pengalaman bertanding sehingga gagal meraih medali emas. Lawan yang mereka hadapi itu jam terbangnya lebih banyak," kata Adi Suwandana di Jakarta. 

Petinju India, Shyam Kumar Kakara yang dihadapi Mario itu, kata Adi Suwandana, sudah dipersiapkan sejak lama dan diterjunkan di berbagai event internasional. Begitu juga dengan petibju Thailand, Saylom Ardee yang sudah mengikuti dua Olimpiade. 

"Petinju India yang tampil itu punya jam terbang lebih banyak. Di India itu banyak kejuaraan tinju Open Tournament yang mengundang petinju luar," katanya.

Dari hasil evaluasi India Open dan test event Asian Games 2018 ini, kata Adi Suwandana, petinju pelatnas Asian Games 2018 perlu dikirim ke luar negeri untuk menambah jam terbang. 

"Kita tidak bisa lagi mengandalkan sparring partner dengan petinju lokal. Sebab, kualitasnya jauh di bawah petinju pelatnas. Mereka harus dikirim ke luar negeri untuk menjalani latihan dan pertandingan sekaligus menambah jam terbang," ujarnya.

Apa yang diungkapkan Adi Suwandana diamini Mario Blasius Kali dan Savon Simangunsong.  "Kalau bisa kita diberikan kesempatan untuk menjalani latihan dan mengikuti serangkaian pertandingan di luar negeri selama tiga bulan. Jadi, kita bisa menambah pengalaman bertanding dan mengenal berbagai karakter lawan," kata Mario Blasius Kali. 

"Ya, saya juga butuh pengalaman bertanding internasional sehingga bisa meraih prestasi pada Asian Games 2018 nanti," timpal Savon. (Fon)

BERITA REKOMENDASI