PON 2020, Fokus Cabor Olimpiade

BANDUNG (KRjogja.com)- Staf Ahli Bidang Olahraga Kemenpora, Taufik Hidayat angkat bicara soal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. Legenda bulutangkis Indonesia ini menilai pelaksanaan pesta olahraga nasional empat tahunan di Tanah Legenda lebih mengutamakan kepentingan daerah sehingga tidak maksimal dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia ke depan. 

Karena itu Taufik yang mendapat tugas sebagai staf ahli membawahi Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima sepakat dengan keinginan Menpora Imam Nahrawi yang meminta pelaksanaan PON ke depan fokus mempertandingkan cabang olahraga (cabor) Olimpiade dan dilakukan pembatasan usia bagi peserta. 

"Ya, kita memang harus fokus mempertandingkan cabor Olimpiade dan usia atlit yang tampil juga harus dibatasi di PON XX 2020. Kalaupun ada penambahan cabor harus disesuaikan dengan cabor yang dipertandingkan di SEA Games. Kebijakan ini harus dilakukan sekarang, kalau tidak kapan lagi," katanya di Bandung. 

Mengenai pelaksanaan PON yang harus fokus pada cabor Olimpiade dan pembatasan usia atlit yang tampil, kata Taufik, harus ditetapkan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) atau Keputusan Presiden (Keppres). Dengan demikian, kebijakan itu tidak mengalami perubahan jika terjadi pergantian pemerintahan. 

Jumlah cabor dan medali yang diperebutkan di PON terus meningkat. Pada PON XVIII/Riau 2012 dipertandingkan 43 cabor dengan memperebutkan 600 medali emas. Di PON XIX Jawa Barat 2016 dipertandingkan 44 cabor dengan 750 medali emas yang diperebutkan. "Banyaknya jumlah cabor yang dipertandingkan dipastikan akan memberatkan tuan rumah PON dalam menyiapkan anggaran untuk pembangunan venus-venus dan pelaksanaan. Begitu juga dengan banyak medali akan menambah beban Pemerintah Provinsi (Pemprov) menyediakan bonus bagi atlet berprestasi. Hitung saja berapa besar jumlah bonus yang harus dikeluarkan Pemprov Jabar yang begitu banyak meraih emas," katanya. 

Mengenai kebijakan pembatasan usia atlit, kata Taufik, tujuannya agar terjadi regenerasi dan atlet senior bisa lebih fokus menyiapkan diri menghadapi ajang multi event atau program event internasional yang telah disusun induk organisasinya (PB/PP). (Fon) 

BERITA REKOMENDASI