PP Koti Boxing Camp, Gembleng Petarung Sejati

TINJU, kick boxing, dan Muangthay identik dengan olahraga yang mengandalkan kekuatan dalam sebuah pertarungan. Ada kesan sederhana, siapa kuat dialah yang hebat dan menang. Meski demikian, kemenangan yang diraih tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan teknik, melainkan harus disertai dengan sportivitas. Dengan demikian, dalam sebuah pertarungan/pertandingan, hasil yang dicapai harus diterima secara legawa oleh masing-masing pihak. Tidak ada istilah dendam, apalagi harus membuat perhitungan di luar gelanggang.

Hal itulah yang ditekankan kepada para atlet yang tergabung di Pemuda Pancasila Komando Inti (PP Koti) Boxing Camp, Yogyakarta. Para atlet yang turun di cabang olahraga (cabor) tinju, kick boxing, dan Muangthay menyadari bahwa sportivitas merupakan ‘urat nadi’ sekaligus nafas di dunia olahraga. Kemenangan yang diraih tentu harus disertai sportivitas, tidak boleh diraih dengan cara-cara yang mengabaikan sportivitas. Singkatnya, PP Koti Boxing Camp menggembleng petarung sejati, bukan petarung yang sering umuk di jalanan.

Ketua PP Koti Boxing Camp Yogyakarta, Sumarwoto (Wotok) kepada KRJogja.com, Kamis (18/3/2021) menyampaikan pembentukan PP Koti Boxing Camp tidak lepas dari keinginan untuk menampung para pemuda yang memiliki hobi ‘bertarung’. Agar hobi itu tidak salah dalam penyalurannya, perlu dibentuk sebuah komunitas yang memiliki kesamaan visi dan misi. Para perintis PP Koti Boxing Camp pada paruh waktu tahun 1960-an mencoba mengumpulkan para pemuda yang memiliki kegemaran gelut, kemudian diarahkan pada kegiatan yang positif dalam olahraga tinju, kick boxing, dan Muangthay.

BERITA REKOMENDASI