Roger Federer Mulai Pikirkan Pensiun

MIAMI (KRjogja.com) – Saat ini petenis asal Swiss, Roger Federer, tengah menjadi sorotan lantaran di usianya yang sudah tak lagi muda, ia tetap mampu menunjukkan penampilan yang kompetitif. Namun begitu, Federer mengungkapkan kalau dirinya juga telah memikirkan kapan waktu yang tepat untuk pensiun dan apa hal yang akan ia lakukan selanjutnya.

Petenis 36 tahun itu sebenarnya kini tengah menikmati masa-masa indahnya kembali di dunia tenis lantaran pada Februari 2018 ia menempati peringkat satu dunia lagi. Namun, Federer nyatanya tak bertahan lama berada di kursi nomor satu dunia. Karena ia kalah dari Thanasi Kokkinakis dalam gelaran Miami Open 2018, maka posisinya pun akan segera tergusur.

Namun demikian, Federer tetap layak mendapatkan apresiasi. Pasalnya, di antara jajaran The Big Four, hanya Federer yang saat ini mampu tampil kompetitif. Andy Murray dan Rafael Nadal tengah berfokus untuk pemulihan cederanya sehingga harus menepi dari lapangan. Sedangkan Novak Djokovic baru saja sembuh dari cedera sikunya dan belum bisa menampilkan permainan terbaiknya.

Sebelumnya, Federer menjelaskan kalau ia belum ingin terburu-buru pensiun karena merasa dirinya masih sanggup tampil apik di dunia tenis dan ingin menikmati masa-masa tersebut. Namun, setelah peraih gelar juara Wimbledon delapan kali itu kalah dari Kokkinakis, Federer nampaknya mulai serius memikirkan masa pensiunnya.

Federer pun mengungkapkan bahwa dirinya sangat ingin untuk bisa berpetualang ke berbagai belahan penjuru dunia saat memiliki waktu luang setelah penisun nanti. Petenis kelahiran Basel itu menyebutkan nama-nama seperti Australia dan Afrika Selatan sebagai destinasi yang ingin ia kunjungi kelak.

“Saya akan senang untuk pergi ke tempat-tempat tertentu di Asia, Australia, Afrika Selatan, mungkin juga Amerika Selatan – ada begitu banyak tujuan perjalanan. Dan saya ingin melakukan perjalanan darat melintasi Eropa, menggunakan bus atau mobil. Saya mengutamakan pergi bersama dengan anak-anak. Namun, tentunya mereka tetap harus pergi sekolah,” ungkap Federer, menukil dari Express, Selasa (27/3/2018).

“Saya tidak stres tentang hal ini. Mimpi saya telah menjadi kenyataan. Untuk berada di tempat yang sama selama enam pekan, memberi saya kesempatan untuk membiarkan diri saya sedikit santai. Saya mungkin akan selalu menjadi lelaki pelancong dan ingin bepergian, tapi saya benar-benar menantikan saat ketika saya bisa berada di Swiss untuk waktu yang lebih lama,” tandas Federer. (*)

BERITA REKOMENDASI