Satlak Prima Maklumi Penurunan Fisik Atlet

JAKARTA (KRjogja.com) – Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menutup tes fisik bagi atlit-atlit yang dipersiapkan ke SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia 2017 di Stadion Atletik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur. 

Mereka yang menjalani test fisik selama sepekan tersebut dikategorikan sebagai atlet yang berpeluang meraih medali emas dan perak pada pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut. 

"Tes fisik terakhir diikuti atlit dari cabang olahraga taekwondo, tinju, karate, balap sepeda dan ski air. Satlak Prima mengkategorikan sebagai atlit yang berpeluang meraih medali emas dan perak pada SEA Games 2017," kata Manajer Strength & Conditioning Satlak Prima, Kelana Sukma AJ yang ditemui usai memimpin tes fisik.

Dari hasil test fisik tersebut, kata Kelana, memang ditemukan ada penurunan kondisi fisik. Namun, dia menganggap hal itu wajar terjadi mengingat atlit habis menjalani masa transisi usai mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. "Kondisi fisik atlit yang mengujuti tes fisik rata-rata tidak maksimal. Penurunan kondisi fisik itu wajar dialami karena latihan mereka tidak terkontrol selama menjalani masa transisi," katanya. 

Tes fisik yang dilakukan Satlak Prima meliputi Vo2Max, Anaerobic Endurance, Power Lengan dan Tungkai. "Tes power endurance dilakukan untuk petinju dan daya tahan otot tungkai kaki untuk atlet balap sepeda. Ada juga tes power tungkai kaki untuk atlet karate, taekwondo dan tinju," lanjutnya.

Rencananya, hasil tes fisik selama sepekan terhadap 215 atlet dari 28 cabang olahraga akan dipaparkan kapada Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, Senin (14/11/2016).  "Hasil tes fisik ini lah yang akan menjadi dasar dalam penyusunan program latihan yang disebut Additional Exercise. Program Additional Exercise dalam menggenjot kondisi fisik atlet akan dijadwalkan Nopember 2016 hingga Januari 2017. Dan, programnya sendiri akan disusun Satlak Prima bersama pelatih cabang olahraga masing-masing," jelasnya. (Fon)

BERITA REKOMENDASI