Semangat Olimpiade Musim Dingin 2018 Persatukan Korsel dan Korut

GANGNEUNG (KRjogja.com) – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) akan memberi pesan damai yang kuat kepada dunia saat tampil di Olimpiade Musim Dingin 2018 yang akan berlangsung di Pyeongchang pada 9-25 Februari 2018. Hal tersebut pun disambut baik oleh Ketua Komite Olimpiade Internasional (KOI), Thomas Bach.

Bach memuji kedua pemerintah baik Korsel dan Korut yang memanfaatkan semangat Olimpiade Musim Dingin 2018. Apalagi gelaran ini akhirnya berhasil membuka pintu bagi kedua belah pihak untuk melakukan pembicaraan demi kesuksesan ajang multievent olahraga tersebut.

“Semangat Olimpiade telah membawa dua pihak bersatu setelah sekian lama berada dalam ketidakpercayaan dan permusuhan. Semangat Olimpiade telah membawa harapan nyata bagi masa depan yang lebih cerah bagi semua orang di Semenanjung Korea,” ungkap Bach, mengutip dari Reuters, Selasa (6/2/2018).

“Inisiatif ini memberi semua pihak kesempatan untuk merenungkan bagaimana masa depan, jika kami semua dipandu oleh semangat Olimpiade ini,” tambahnya.

“Tapi perjalanan Korea tidak akan berhenti di sini. Ketegangan politik tidak akan lenyap dalam semalam. Olahraga tidak bisa menciptakan kedamaian, tapi Olimpiade bisa membuka jalan dengan simbol-simbol yang kuat,” lanjutnya.

Sejauh ini, Korut bersepakat untuk menghentikan program rudal dan nuklir selama gelaran Olimpiade Musim Dingin 2018 berlangsung. Terlebih lokasi Pyeongchang sangat dekat dengan perbatasan Korsel dan Korut.

Korut sendiri mengirimkan 22 atlet untuk turun dalam Olimpiade tersebut, termasuk 12 pemain hoki es yang akan membentuk tim gabungan dengan Korsel. Ini akan menjadi pertama kalinya bagi kedua Korea yang akan bersaing dalam Olimpiade sebagai sebuah kesatuan tim. (*)

BERITA REKOMENDASI