Tak Sesuai Aturan Kejurda, Warriors Pro Speed Skating Mundur

BANTUL, KRJOGJA.com – Kejurda Sepatu Roda DIY 2018 yang digelar di Sadion Sultan Agung Bantul, 23 Desember 2018, banyak menabrak aturan. Pernyataan tersebut diungkap Ketua Club Sepatu Roda Warriors Pro Speed Skating Doddy Sanjaya.

"Demi menjunjung azas kejujuran dan sportivitas, kami terpaksa tidak ikut bertanding di Kejurda Sepatu RodaDIY 2018," tandas Doddy sebagaimana keterangan persya.

Menurut Doddy berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kejurda tahun ini merupakan pertandingan antar klub sepatu roda dari tiap kabupaten /kota. Namun, banyak atlet yang berdomisli di Sleman terpaksa membela Kota karena atlet tersebut ikut ikut club sepaturoda yang ada di kota.

" Sebaliknya ada atlet kota yang membawa bendera Sleman  karena tempat latihannya di Sleman. Seharusnya saat kejurda semua atlet kembali membela daerah kabupaten/kota masing-masing."

Doddy menuturkan, panitia Kejurda 2018 tidak konsisten dengan aturan yang dibuatnya. Ada atlet Warriors Pro Skate yang di coret sehari sebelum lomba karena atlet tersebut berasal dari luar DIY. Menurutnya, ada oknum panitia yang menginginkan Warriors Pro Skate tidak ikut bertanding . 

Doddy terpaksa menarik semua atletnya dari laga Kejurda karena ada satu atlet yang di coret. "Kami harus adil  memperlakukan semua atlet , kalau ada satu yang tidak boleh ikut bertanding ya berarti berlaku untuk semua atlet," ungkap doddy.

Atlet, kata Doddy diminta penyimpangan yang dilakukan panitia Kejurda Sepatu Roda DIY 2018 adalah, tiap peserta  dipungut biaya pendaftaran Rp.150.000/atlet. Padahal,Kejurda dibiayai oleh KONI dan APBD DIY.  "Kalupun ada kekurangan dana,mestinya KONI Kabupaten /Kota yang menanggung tidak dibebankan pada atlet. Kejujuran dan sportivitas benar-benar kami tanamkan di club Warriors," ungkap Soddy. (*)

BERITA REKOMENDASI