Tenis Meja Adakan ‘Training Cente’ di China

JAKARTA, KRJOGJA.com – Cabang tenis meja Asian Games melakukan training camp (TC) di China dengan materi atlet tanpa seleksi. 

Hal ini  disampaikan oleh Ketua Pengprov PTMSI DKI Jakarta Arifin Thaher, Sabtu (10/3/2018). Mereka yang menjalani TC ke China adalah Dony (Jawa Tengah), Ficky (Jawa Timur), Lucky (Kalteng), serta Denis dan Deepash dari DKI Jakarta di bagian putra. Sementara di bagian putri terdapat nama-nama sebagai berikut: Karisma (Jawa Barat), Rina (DKI Jakarta), Indri (Jawa Tengah), Gustin (Jawa Timur), dan Oni.

Menurut Arifin, dua atlet yang mengatasnamakan DKI Jakarta di bagian putra, Denis dan Deepash yang dibawa serta dalam TC di China tersebut belum pernah terdaftar sebagai atlet DKI. Sementara Oni tidak jelas mewakili daerah mana. 
"Seharusnya pemilihan atlet nasional melalui seleksi yang benar seperti yang diharapkan Menpora Imam Nahrawi. Tapi ini tidak dilakukan tahu-tahu sudah ada nama-nama atlet yang dikirim ke China itu," kata Arifin.

Dikatakan oleh Arifin,  kalau dilakukan seleksi secara benar maka atlet DKI akan mendominasi di bagian putri lantaran mereka adalah para juara PON XIX/2016 Jawa Barat. Melihat kejadian ini berarti peristiwa SEA Games Kuala Lumpur terulang kembali. Ketika itu atlet tenis meja Indonesia harus pulang tanpa satu medali pun.

"Rina dipanggil karena saya protes lewat media. Kalau Denis pada PON XIX/2016 Jawa Barat memperkuat Jambi. Jadi, saya minta supaya seleksi terbuka tapi PP PTMSI pimpinan Oegroseno tidak mau. Padahal Menpora sudah memerintahkan untuk diseleksi,” lanjut Arifin.

Sebelum terlambat jelas Airin,  sebaiknya INASGOC maupun pihak Kemenpora turun menyelesaikan masalah ini. Ini mengingat dana yang digunakan untuk pelatnas Asian Games tersebut adalah dana dari rakyat. " Uang rakyat tidak bisa digunakan untuk atlet yang tidak kompeten membela Merah Putih di Asian Games," tutup Arifin. (Fon)

 

 

BERITA REKOMENDASI