Tiga Atlet Angkat Besi Indonesia Jalani Tes Doping di Olimpiade Rio 2016

RIO DE JANEIRO (KRjogja.com) – Tiga dari tujuh atlet angkat besi Indonesia yang tampil di Olimpiade Rio de Janeiro melakoni tes doping pada Selasa 2 Agustus 2016 pagi waktu setempat. Tes doping kali ini dilakukan secara acak yang dilakukan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Ketiga atlet yang menjalani tes doping ialah Deni, I Ketut Ariana dan Muhammad Hasby. Meski tes doping dilakukan secara mendadak, manajer tim, Alamsyah Wijaya tidak takut. Sebab, sebelum berangkat ke Brasil, seluruh atlet telah melakoni tes serupa dan hasilnya negative (atlet tidak melakukan obat terlarang).

"Ini memang bagian rutinitas. Kami sudah diberi tahu bahwa setidaknya akan ada tes menjelang dan selama Olimpiade. Kami tidak menyembunyikan apa pun, kami menerima mereka dengan terbuka," kata Alamsyah Wijaya, mengutip dari Antara, Rabu (3/8/2016).

"Kami memang punya kewajiban untuk melaporkan keberadaan kami setiap tiga bulan. Jadi saat berangkat ke Cape Town, kami juga melapor. Setibanya di sana, petugas tes doping dari WADA mendatangi latihan kami dan seluruh tim angkat besi yang terdiri dari tujuh lifter menjalani tes di luar kompetisi," urai alamsyah.

Selain bulu tangkis, cabang olahraga angkat besi merupakan andalan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade kali ini. Sejak Olimpiade 2000 yang dilaksanakan di Sydney, Australia hingga London 2012, cabor angkat besi selalu menyumbangkan medali baik itu perunggu atau perak. (*)   

 

BERITA REKOMENDASI