Tolak Dua Tambahan Atlet Popnas

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tiga Forki di DIY masing-masing Forki Sleman, Forki Kota, Forki Kulonprogo dan Perguruan Inkai meminta klarifikasi terkait proses penentuan atlet Popnas cabor karate dan prosedur pelaksanaan Pelatda Popnas. Klarifikasi tersebut ditujukan kepada Forki DIY dan BPO DIY terkait dengan tambahan 2 atlet sebagai kompetitor dalam Pelatda Popnas.

"Penambahan 2 atlet tersebut terkesan sangat subjektif dan mengabaikan unsur objektivitas dan sportivitas. Dua orang atlet tambahan adalah Kinanti Truly dan Fitra. Kedua karateka tersebut bukan juara Popda baik di tingkat Kota maupun propinsi," ujar Yulius Sembiring selaku Sekum Inkai DIY dan juga Ketua III Forki DIY dalam konferensi pers di Dojo GOR Samawi, Banguntapan, Bantul, Sabtu (02/09/2017).

Yulius Sembiring bersama Edwi Arif Sosiawan (Ketua Harian Forki Sleman) dan Drs Pradopo (Ketua umum Forki Kota) menjelaskan, berdasarkan rapat 17 April 2017 yang dipimpin Ketua II Forki DIY yang ditunjuk Balai Pemuda dan Olahraga (BPO), bahwa pelaksanaan pelatda Popda adalah diisi para juara seleksi tingkat propinsi DIY yang berjumlah 10 orang. Mereka adalah, Egi Adman, Abdul Munif,  Ijuwan Alpredatama, Lintang Pradana, Dandi Satria (putra), Ridlanisari, Amelia Dinda, Fathiria S, dan Mari Yuweni (putri). Dari 10 karateka itu, hanya yang berangkat ke Popnas 6 orang sesuai kuota yang ditentukan panitia popnas. Namun dari 6 karateka yang lolos seleksi itu, hanya 4 karateka yaitu Ridlanisari, Egi Adman, Mari Yuweni dan Abdul Munif yang akan berangkat ke Popnas. Sedangkan dua karateka lagi, merupakan anak asuh dari Pelatih Pelatda Popnas saat ini sekaligus Ketua II Bidang 2 Binpres FORKI DIY.

"Hal inilah kami anggap menimbulkan persoalan, menjadi kontraproduktif dan penuh unsur subjektivitas yang tidak sejalan dengan azas sportifitas dan objektivitas, serta peryataan ini tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Ketua Bidang 2 Forki DIY 23 Maret 2017 lalu, yang mana dalam komunikasi dengan Ketua Forki Sleman, bahwa Tim Karate untuk Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Nasional (Popnas) adalah mereka yang menjadi juara pada seleksi Popda tingkat propinsi," papar Edwi.

Lebih lanjut dikatakan Edwi, setelah penetapan 6 atlet Popnas Karate DIY yang didalamnya terdapat 2 atlet yang dipermasalahkan, karenanya pada 22-25 Agustus 2017 Forki Kota, Forki Sleman dan Perguruan Inkai telah mengirim surat ke Forki DIY untuk melakukan audiensi terkait masalah pembinaan prestasi karate di DIY.

"Namun demikian belum ada jawaban dan tindak lanjut terlaksananya ruang dialog dan ruang mediasi antara Forki Kota, Forki Sleman dan Perguruan Inkai dengan Forki DIY dan BPO DIY. Saya berharap Forki DIY ke depannya harus bersih, dapat memberi contoh dan bersenergi dengan baik, sehingga keberadaannya disegani oleh Forki dari daerah lain," beber Pradopo. (Rar)

BERITA REKOMENDASI