Wabah Corona Tunda Asean Para Games

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Takut wabah Korona pemerintah Filipina menunda lagi Asean Para Games 2020 yang menurut jadwal digelar 17 Maret. Pengunduran ini menunculkan wacana di tubuh Narional Paralympic Commitee (NPC) Indonrsia untuk menghentikan program pelarnas di Solo yang dikuti sekitar 300 atlet.

Presiden NPC Senny Marbun telah menerima kabar pasti dari Filipina, Selasa (10/2). Akibat pengundurn Kamboja telah menyatakan diri batal mengikuti. “Sementara Indonesia tetap siap ikut, karena dana kontingen masih tersedia. Hanya saja untuk program pelatnas APG kemungkinan dihentikan,” jelas Senny didampingi Rima Ferdiyanto, wakil Sekjen di kantornya, Rabu (11/02/2020).

Diperoleh informasi sebagian venue yang akan dipergunakan APG kini dimanfaatkan untuk mengisolasi warga yang terkena Korona. Karema itu APG ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Namun tuan rumah APG tetap di Filipina. “Jika virus Korona reda Filipima harus memberitahukan kepada semua negara 60 hari sebelum jadwal penyelenggaraan yang ditentukan,” kata Rima.

Karena tidak ada kepastian, maka NPC mulai mewacanakan mengembalikan atlet pelatnas ke daerah. Ketika Filipina menunda APG pertengahan Maret, pelanas masih dipertahankan. Karena sekarang muncul lagi pengunduran jadwal karena wabah korona, maka NPC mulai berhitung.

“Pasalnya dana yang dipakai untuk memperpanjang pelatnas APG diambilkan dari paralympic,” jelas Rima. Kebutuhan dana pelatnas setiap bulan diperkirakan Rp 10 milyar. Sementara program pelatnas Paralympic Jepang tetap berjalan diikuti 37 atlet 8 cabang olahraga.

Senny belum memastikan kapan pelatnas APG mulai dihentikan. Pihaknya akan berkonsultasi dulu dengan Kemenpora. NPC ke depan akan menggelar pelatnas berjalan. Jadi tidak pelatnas per event. Mereka siap diterjunkan di event apapun. (Qom)

BERITA REKOMENDASI