Walikota ‘Launching’ Klub Sepaturoda Warriors

YOGYA, KRJOGJA.com – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti me-launching (meresmikan) berdirinya klub sepaturoda  anggota Persatuan Olahraga Sepaturoda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Yogyakarta bernama ‘Warriors Pro Speed Skating Club’ (PSSC).

Peresmian berdirinya klub Warriors yang digelar di Yogya, Jumat (19/1/2018), dihadiri Ketua Pengkot Porserosi Hermawati, Ketua klub Warriors Edwin Ismedi Himna, Wakil Ketua Totok Subarjo, Binpres klub Dodi Sanjaya, pelatih Yohanes Wiharja, para atlet dan orang tua atlet.

“Perkembangan Warriors selalu dalam pengawasan walikota. Untuk itu,  jangan pernah takut saya akan selalu mendukung dan bersama Warriors,” ujar Walikota saat meresmikan klub Warriors tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, nama Warriors yang artinya pejuang memberikan motivasi kepada atlet, pengurus klub dan Pengurus Pengkot Porserosi Kota Yogyakarta. Karenanya, sinergi antara klub dan Pengkot agar terus terjaga untuk kemajuan sepatu roda khususnya untuk kota  Yogyakarta dalam menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019.

Sementara itu, Edwin Ismedi Himna mengatakan, menyambut baik dengan diresmikannya klub Warriors ini. Keberadaan klub ini diharapkan dapat mencetak atlet-atlet sepaturoda yang handal dan mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat DIY saja tapi di tingkat yang lebih tinggi lagi.

Sedangkan Totok Subarjo menambahkan,  klub Warriors sebenarnya sudah berdiri 10 Oktober 2017 lalu, tapi baru diresmikan  hari ini (Jumat-red).  Anggota klub Warriors berjumlah 11 atlet, 6 putra dan 5 putri. “Motivasi didirikannya klub Warriors ini, ingin menciptakan atlet sepatu roda DIY yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Untuk target ke depan setelah diresmikan,  dalam waktu dekat ini atlet sepaturoda Warriors ingin menjadi juara dalam PON Remaja di Kalimantan Timur (Kaltim) Juni 2018 mendatang.  “Dari 11 atlet yang disiapkan , peluang terbesar untuk merebut medali adalah atlet putra Gabriel Tito Batistuta dan atlet putri Maharani Laili,” jelas Totok.

Diakui Totok,  tantangan jika ingin menjadi klub sepaturoda di antaranya, para atlet harus memiliki fisik yang kuat dan betul-betul punya nyali, karena sepaturoda termasuk olahraga beresiko tinggi.

“Klub Warriors  setelah berdiri sejak Oktober tahun lalu, terus melakukan latihan di sirkuit Timur GOR Among Raga Yogya, setiap Jumat, Sabtu, Minggu, Senin dan Rabu mulai pukul 16.00.  Kalau hujan, kita hanya off skate (hanya melakukan gerakan sepaturoda, tapi tanpa menggunakan sepaturoda, alias gerakan-gerakan dasar sepaturoda),” pungkasnya.(Rar)

 

BERITA REKOMENDASI