Data Kendaraan Dihapus?

KORPS LALU LINTAS POLRI kabarnya akan segera menghapus data kendaraan yang tidak membayar pajaknya selama dua tahun. Hal ini didasarkan pada Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Di pasal 74 disebutkan, penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dapat dilakukan jika kendaraan tersebut rusak berat, atau pemilik kendaraan tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya dua tahun setelah masa berlaku STNK habis. Pada ayat 3 masih ditambahkan lagi, kendaraan yang telah dihapus registrasinya, tidak dapat diregistrasi kembali.

Namun penghapusan data kendaraan ini tidak dapat dilakukan serta merta setelah masa pembayaran pajak dua tahun terlewati. Menurut Pasal 75 UU 22/2009, proses penghapusan data kendaraan akan diatur melalui Peraturan Kepala POLRI. Memang tahun lalu sudah diterbitkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Menurut Peraturan Kapolri ini, proses penghapusan data dan identifikasi kendaraan akan melalui beberapa tahapan. Pertama, pemilik kendaraan akan mendapat surat peringatan selama 5 bulan. Kedua, data kendaraan akan diblokir selama 1 bulan dan data kendaraan akan diarsip selama 12 bulan. Apabila itu semua tidak ditanggapi oleh pemilik kendaraan, barulah data kendaraan akan dihapus permanen dan tidak dapat dilakukan pendaftaran kembali.

BERITA REKOMENDASI