Membangun Kembali Budaya Menulis untuk Insan Akademisi

BILA ditelaah lebih jauh, menulis telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak dahulu kala. Pada masa dahulu, menulis dituangkan dalam daun, batu,kulit binatang bahkan sudah ada kertas. Menulis menjadi sangat penting karena dengan tulisan informasi dapat tersampaikan dengan jelas kepada pihak lain dan sebagai sarana komunikasi yang efektif. Menulis dapat memberikan informasi tentang data, fakta, peristiwa, dan pandangan kepada pembaca, sehingga pembaca mendapatkan wawasan dan pengetahuan dari tulisan tersebut.

Bagi pelajar, mahasiswa dan akademisi, menulis sangat tinggi tingkat kebutuhannya karena budaya menulis merupakan kebiasaan untuk menyampaikan pesan dan pendapat. Dengan budaya menulis akan memacu kreativitas dan ide-ide, sehingga akan terpola secara sistemis. Dengan menulis akan mencetak pribadi yang santun, siap dan terlatih untuk dikritik dan sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Bagi pelajar dan mahasiswa, kemampuan menulis sangat dibutuhkan karena dapat meningkatkan kemampuan menyusun ide, pikiran, kreativitas dan memiliki daya penalaran ilmiah sebagai ilmuwan muda.

Pada lingkup akademisi, budaya menulis identik dengan menulis artikel, menulis proposal penelitian, dan proposal hibah. Pada data dilapangan, masih banyak akademisi belum maksimal dalam pemahaman bahwa meneliti dapat meningkatkan kompetensi dan karir sebagai tenaga edukatif. Untuk meminimalisir fenomena tersebut, maka digalakkan kewajiban menulis bagi mahasiswa untuk mempublikasikan hasil tulisan dalam bentuk karya ilmiah. Dengan intensifnya budaya menulis dikalangan mahasiswa maka dikalangan akademisi diharapkan dapat menelorkan karya-karya ilmiah yang berkualitas dan sekaligus dapat melestarikan budaya menulis bagi bangsa yang besar ini.

BERITA REKOMENDASI