Menumbuhkembangkan Spiritualitas Mahasiswa di Masa Pandemi

PANDEMI Covid-19 memang berdampak kian besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia saat ini. Tingginya tingkat kematian dan masifnya pemberitaan mengenai depresi yang dialami orang-orang, menegaskan kembali bahwa hakikatnya manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan Allah Swt., serta tidak dapat dilepaskan dari aspek jasmaniah dan rohaniahnya. Tanpa pandang bulu, hampir seluruh kalangan merasakan dampak dari pandemi ini, baik dari segi sosial, perekonomian, pendidikan, kesehatan (fisik dan psikis), dan seterusnya.

Tidak hanya tenaga medis, elemen-elemen masyarakat lainnya mesti diberdayakan dalam menghadapi cobaan ini, termasuk generasi muda di dalamnya. Ketika menyebut terma “generasi muda”, maka citra mahasiswa secara otomatis akan hadir dalam benak kita. Akan tetapi, sebagaimana telah disinggung para mahasiswa pun tidak sedikit yang terkena imbas dari pandemi.

Mahasiswa sebagai generasi muda, dalam konteks pertumbuhannya, sering disebut-sebut sebagai fase tatkala daya tahan tubuh (imun) mengalami masa keemasan. Akan tetapi, kondisi psikis atau instabilitas rohani karena situasi yang tidak menentu, terkadang juga menjadi faktor yang mendorong drop-nya kesehatan mereka. Dalam hal ini, maka dirasa penting untuk menelisik kembali peranan pendidikan tinggi—terutama yang berbasis Islam, seperti Muhammadiyah—dalam menumbuhkembangkan spiritualitas para mahasiswa, dalam rangka menghadapi terpaan Pandemi Covid-19.

UAD

BERITA REKOMENDASI