Menumbuhkembangkan Spiritualitas Mahasiswa di Masa Pandemi

Ketiga aspek tersebutlah yang terus ditanamkan secara berkontinuitas kepada mahasiswa dalam proses pendidikannya. Dengan pendekatan bayani, kita mendapatkan pengetahuan tentang Islam, yang selanjutnya wawasan tersebut secara burhani dikoneksikan atau disintesiskan dengan kenyataan dalam masyarakat. Wawasan-wawasan tersebut dapat dipergunakan untuk mengatasi berbagai problem, termasuk problem kesehatan di negara Indonesia karena pandemi seperti saat ini.

Hal ini tentu akan berkaitan dengan pengetahuan mengenai akhlak terhadap masyarakat dan negara. Pemahaman tersebut, ketika ditarik ke ranah irfani atau dibarengi dengan watak muraqabah—yakni pencapaian tinggi seorang hamba karena merasa selalu dibersamai Allah—maka seluruh rintangan yang ia dapati dalam kehidupan, pasti akan memiliki penyelesaian terbaik di tangan Sang Maha Pencipta. Singkatnya, mahasiswa yang dibekali dengan aspek-aspek ini, yang kemudian dalam proses pembelajaran ia cerna dengan penuh kesungguhan, dapat lebih meminimalisasi kemungkinan mengalami degradasi spiritualitas tatkala menghadapi rangkaian ujian, termasuk ujian karena Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. (Drs. Parjiman, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Dosen FAI UAD)

UAD

BERITA REKOMENDASI