Pencitraan Merek Sektor Industri di Era Digital

SAAT INI, digitalisasi perusahaan dan internasionalisasi meningkatkan jumlah pesaing perusahaan. Akibatnya, sangat penting untuk membedakan produk dan layanan untuk mengarahkan pelanggan memilih satu perusahaan daripada yang lain. Perusahaan meningkatkan upaya untuk merancang merek yang kompetitif. Dengan cara ini, industri pencitraan merek menjadi lazim untuk menjamin kesuksesan perusahaan. Di satu sisi, merek dapat membantu mengatasi biaya pencarian dan membantu konsumen dalam pengambilan keputusan. Di sisi lain, pelanggan yang lebih terinformasi tidak perlu terlalu bergantung pada merek. Merek mengomunikasikan serangkaian nilai kepada pelanggan atau pembeli potensial, yang dapat memengaruhi berbagai tahap proses pengambilan keputusan sehubungan dengan pembelian dan pengadaan, pencarian pemasok potensial, evaluasi proposal, karakteristik penentu produk, dan layanan.

Pembelian berbasis online telah mempengaruhi strategi merek yang dihasilkan dari penurunan kontrol atas konten dan informasi perusahaan. Seringkali ketika memposisikan dalam pasar yang sangat kompetitif, perusahaan kemungkinan menemukan bahwa harga dan atribut nyata dari produk tidak terlalu berbeda. Akibatnya, perusahaan mencoba untuk membedakan melalui layanan, merek perusahaan dan merek produk. Bilamana hubungan dengan pelanggan sangat penting di pasar industri bisnis pada bisnis, maka efek ini akan diperkuat ketika perusahaan melakukan penjualan berbasis pada online, disebabkan komunikasi antara pembeli dan penjual menjadi lazim bagi penerapan strategi merek yang ingin memperoleh kesuksesan.

Pencitraan merek berbasis online harus mempertimbangkan penyampaian merek secara internal yaitu identitas perusahaan, eksternal yaitu pemangku kepentingan dan memposisikan merek dalam keterhubungan. Pada konteks konsumen, loyalitas berbasis pada online tergantung pada kepercayaan konsumen. Keberhasilan atau kegagalan perusahaan akan saling dipengaruhi oleh strategi pencitraan merek. Artinya, perusahaan harus menerapkan upaya ekstra untuk mengintegrasikan komunikasi pemasaran agar memperoleh keberhasilan. Integrasi fungsi perusahaan adalah memberikan citra yang koheren dengan kebutuhan kontrol yang rendah. Sehingga, dapat selalu berkomunikasi dengan pelanggan dan menyediakan komunikasi yang terintegrasi.

Pencitraan merek memberikan banyak manfaat bagi perusahaan di pasar konsumen. Perusahaan mengeluarkan biaya tinggi untuk membangun ekuitas merek, namun sepadan dengan proses terjadinya jika imbalan hasil finansial bagi perusahaan mengalami peningkatan. Namun, salah satu masalah yang timbul dalam pencitraan merek sektor industri adalah manfaatnya tersirat ketidakjelasan dan terdapat asumsi bahwa sektor business to business tidak memerlukan eksplorasi lebih lanjut, karena analog dengan pasar konsumen. Pengembangan pencitraan merek sektor business to business disebabkan oleh homogenitas kualitas produk yang lebih besar, tingkat hubungan pelanggan yang lebih rendah sebagai konsekuensi dari digitalisasi, kompleksitas produk layanan yang lebih besar, dan tekanan harga yang mengalami peningkatan.

Pentingnya pencitraan merek sektor industri di era digital akan berpotensi dampaknya terhadap harga produk yang bersedia dibayar pelanggan dari perusahaan tertentu dibandingkan dengan pesaing lainnya. Demikian juga, akan mempengaruhi kualitas produk yang dirasakan, loyalitas merek dan kesadaran, serta di antara faktor-faktor lainnya. Industri penciptaan merek telah menjadi kebutuhan bagi semua jenis perusahaan di sektor business to business.

Upaya rekonsiliasi dalam mempertahankan merek dan memenuhi persyaratan proses menengah dan akhir pelanggan memungkinkan organisasi untuk bertahan hidup sambil memenuhi harapan pemangku kepentingan utama menciptakan kinerja yang dapat dipercaya. Orientasi merek mungkin memberikan nilai tambah bagi strategi perusahaan dan meningkatkan kinerja ekonominya. Pencitraan merek berbasis online didukung oleh loyalitas merek, hal ini terjadi disebabkan akan menjadi lebih sulit untuk semakin meningkatkan nilai yang dirasakan. Sehingga, bilamana terjadi perluasan pasar dari masing masing perusahaan dan penurunan biaya informasi akan memungkinkan pemasar dapat menerapkan strategi pencitraan merek secara efektif. (Dr. Zunan Setiawan. SE. MM, Prodi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

BERITA REKOMENDASI