QRIS dan UMKM

BERDASARKAN data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Maret 2021, jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air telah mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun. UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen.

UMKM menghadapi beberapa permasalahan baik dari aspek permodalan, pemasaran, bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah UMKM harus melakukan digitalisasi. Upaya digitalisasi tersebut dilakukan baik dari aspek pengelolaan usaha, pemasaran dan pembayaran.

Berkaitan dengan pembayaran secara digital, Bank Indonesia (BI) sejak tahun 2020 telah mengenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi UMKM. Sampai dengan bulan Mei 2022, BI mencatat jumlah merchant mencapai 18,7 juta dan sekitar 90 persen merupakan UMKM. Selanjutnya BI juga mencatat Transaksi QRIS Tembus Rp7,5 Triliun pada April 2022 Bagaimanakah manfaat dan kendala penggunaan QRIS bagi UMKM?

QRIS adalah standardisasi QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh BI untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di seluruh Indonesia. Semua penyelenggara jasa sistem pembayaran yang akan menggunakan QR Code diwajibkan oleh BI menerapkan QRIS. Hal ini tentunya didorong oleh BI agar UMKM dapat beradaptasi menuju era digital.

Dengan menggunakan QRIS untuk bertransaksi maka UMKM akan memperoleh manfaat. Beberapa manfaat termaksud adalah menurunkan risiko kerugian akibat penipuan pembayaran dengan uang palsu, transaksi yang tercatat secara otomatis sehingga riwayat transaksi dapat dilihat dengan mudah, kemudahan dalam pembayaran tagihan, penjualan barang dapat dilakukan secara non-tunai tanpa meninggalkan toko,ta membangun profil kredit yang baik sehingga tidak terkendala jika mengajukan pinjaman ke bank, serpeluang untuk mendapat modal usaha menjadi lebih besar.

Dengan menggunakan QRIS, pelaku UMKM juga dapat melakukan transaksi tanpa harus melakukan kontak fisik. QRIS memiliki fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM) yang memungkinkan penjual dan pembeli melakukan transaksi tanpa harus bertatap muka. Fitur tersebut sesuai dengan kondisi Pandemi Covid-19 dimana harus membatasi aktivitas tatap muka.

BERITA REKOMENDASI