Berpihak Pada UMKM

user
danar 16 Juli 2022, 16:10 WIB
untitled

KEBERPIHAKAN pemerintah pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat dilihat paling tidak dari dua hal. Pertama, aspek keuangan. Pada tahun 2020 dan 2021 pemerintah mengalokasikan dana sebesar 116,31 triliun dan 162,4 triliun khusus untuk UMKM. Dana tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengurangi dampak akibat Covid-19. Tahun 2022 pemerintah terus melanjutkan alokasi dana PEN untuk UMKM. Hal ini signifikan mengingat keuangan adalah urat nadi kehidupan UMKM.

Kedua, aspek pasar. Dukungan pemerintah terhadap akses pasar banyak terlihat. Misalnya, presiden meminta 40% pengadaan barang dan jasa pemerintah berasal dari UMKM. Dukungan pemerintah daerah juga terlihat, salah satunya dari maraknya pameran produk UMKM di daerah. Akses pasar sangat krusial karena tanpanya UMKM akan sulit melanjutkan bisnis.

Sebagai bentuk keberpihakan, yang dilakukan pemerintah layak diapresiasi. Terlebih saat pandemi, UMKM dianggap kunci pemulihan ekonomi. Namun begitu, apakah sudah cukup? Kenyataannya masih banyak UMKM yang tak berdaya meski perbankan telah merestrukturisasi kredit dan akses pasar pemerintah telah dibuka. Apa masalahnya?

Butuh Talenta Kreatif

Dalam krisis, perusahaan butuh talenta kreatif. Dukungan keuangan dan pasar sangat penting. Namun, tanpa talenta kreatif, sumberdaya dan peluang akan berhenti sebatas potensi. Bazalgette (2017) menyebut talenta kreatif adalah mereka yang berpikiran terbuka, tidak takut perubahan, semangat bersaing, serta mampu melakukan ekplorasi dan analisis atas realitas. Talenta kreatif mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan mengoptimalkan peluang untuk keluar dari krisis.

Talenta kreatif umumnya lahir dari kaum muda terdidik. Mereka memiliki wawasan yang baik terhadap dinamika yang terjadi, senang belajar dan secara kreatif menawarkan solusi. UMKM perlu memiliki talenta kreatif agar mampu menciptakan produk yang unik sesuai kebutuhan pasar. Kehadiran talenta kreatif memungkinkan UMKM menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.

Sayangnya, talenta kreatif masih langka di UMKM. Kementerian Koperasi dan UKM (2021) menyebutkan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Masalahnya, mayoritas pelaku UMKM berpendidikan sekolah dasar. Umumnya mereka bekerja di UMKM karena sulit mendapat kerja di perusahaan besar.

Peran Pemangku Kepentingan

Keberpihakan pada UMKM bukan monopoli pemerintah, semua pemangku kepentingan perlu berpihak pada UMKM. Penyediaan talenta kreatif pada UMKM merupakan salah satu bentuk keberpihakan yang dibutuhkan dari semua pemangku kepentingan.

Ada dua pendekatan untuk memperoleh talenta kreatif. Pertama dengan rekrutmen. Mereka yang berpendidikan tinggi perlu diajak membesarkan UMKM. Masuknya lulusan vokasi misalnya, akan berpengaruh nyata pada UMKM. Banyak penelitian menunjukkan korelasi positif antara pendidikan dan keberhasilan usaha.

Pendekatan kedua dengan “menyekolahkan” pelaku UMKM. Hal ini bisa dengan pelatihan, pemagangan industri atau mengirim mereka ke dalam kelas perkuliahan. Memperkaya UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan baru akan mendorong mereka lebih kreatif dalam menghadapi tantangan bisnis.

Selain pemerintah, universitas dan perusahaan besar juga perlu diundang dalam penyediaan talenta kreatif UMKM. Sebagai produsen talenta kreatif, keberpihakan universitas pada UMKM sangat dinantikan. Universitas jangan hanya terbuka bagi siswa tugas belajar dari perusahaan besar yang mampu bayar, tapi juga harus terbuka bagi UMKM. Menguatkan talenta UMKM merupakan pengabdian universitas yang amat penting.

Perusahaan besar umumnya memliki training center atau corporate university yang handal. Sangat baik jika mereka mau membuka corporate university nya untuk membangun talenta kreatif UMKM. Tentu, UMKM tidak memiliki cukup dana untuk investasi talenta. Bantuan perusahaan besar dalam menciptakan talenta kreatif UMKM merupakan investasi sosial yang bernilai bagi kemajuan nasional. (Mukhamad Najib, Guru Besar Institut Pertanian Bogor)

Kredit

Bagikan