Digitalisasi Ekonomi: Pilar Indonesia Maju

user
danar 14 Juli 2022, 07:50 WIB
untitled

MENURUT Szlezak et al. (2020), krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 akan menghasilkan pola pemulihan ekonomi yang berbeda antarnegara. Umumnya pola pemulihan tersebut terbagi menjadi 4 yaitu bentuk V, U, L, dan W. Bentuk V, dimana pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian anjlok, namun dalam waktu singkat dapat pulih kembali pada posisi sebelum krisis. Bentuk U, dimana pertumbuhan ekonomi turun drastis dan pengangguran meningkat, membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang untuk kembali pada kondisi sebelum krisis. Bentuk L sebagai bentuk yang terburuk, meninggalkan kerusakan struktural yang permanen pada sisi penawaran. Bentuk W, atau perulangan pola V terjadi karena adanya outbreak gelombang kedua dan seterusnya. Bentuk ini juga tergolong bentuk buruk dari proses pemulihan ekonomi suatu negara.

Sifat Bentuk W

Kondisi pemulihan ekonomi Indonesia mempunyai sifat bentuk W yang mencerminkan kondisi yang buruk. Hal ini terjadi akibat pandemi Covid-19 yang bergelombang membentuk W. Bentuk W bukan bentuk yang ideal V shaped. Tren menuju pemulihan jangka panjang tampak terjadi, namun memiliki kemiringan yang relatif mendatar. Hal tersebut mencerminkan waktu yang cukup lama untuk menuju pemulihan. Mengubah bentuk W ke V adalah tantangan ekonomi Indonesia. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, kesadaran menjalankan prokes 5M. Kedua, mempercepat vaksinisasi seusai target dan selesai akhir tahun 2021, serta berusaha membentuk herd immunity yang dapat diciptakan segera mungkin. Ketiga, mempercepat proses digitalisasi layanan dan usaha-usaha ekonomi kreatif secara lebih cepat.

Cara ketiga untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional tersebut dilakukan dengan sinergi dan kolaborasi antarlembaga secara vertikal dan horisontal. Salah satu media yang ditempuh adalah penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 yang mengangkat tema Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery. Menurut Bank Indonesia (2022), FEKDI 2022 merupakan ajang etalase inovasi produk dan layanan serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Perekonomian dengan didukung oleh Kementerian-Lembaga dan industri, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Sinergi tersebut diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Sinergi Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital.

Era Digitalisasi Ekonomi

Gerakan Sinergi Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital sebetulnya telah disiapkan Bank Indonesia diantaranya ketika Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) per 17 Agustus 2019 yang bertujuan agar proses transaksi seluruh merchant, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi berlogo QRIS dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. Jumlah pengguna QRIS hingga akhir Februari 2022 mencapai 15,99 juta. Nilai dan volume transaksi QRIS juga mengalami peningkatan, masing masing mencapai Rp4,51 triliun (305% yoy) dan 54,91 juta (269% yoy). Target pada akhir 2022 ada 26 juta pengguna.

Capaian ini dilakukan melalui sisi penawaran dimana Bank Indonesia mendorong cakupan penggunaan QRIS pada merchant dan melalui sisi permintaan dengan perluasan pengguna masyarakat. Pada kegiatan ekonomi digital lain, nilai perdagangan digital mencapai Rp401 Triliun seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking pada tahun 2021. Diharapkan pada tahun 2025 potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp 2.050 Triliun, kemudian pada tahun 2030 diproyeksikan naik menjadi Rp4.531 Triliun. Inilah era digitalisasi ekonomi sebagai pilar Indonesia maju. (Rudy Badrudin, Dosen Tetap STIE YKPN Yogyakarta, Pengurus ISEI Yogyakarta dan Peneliti Senior PT Sinergi Visi Utama)

Kredit

Bagikan