Koperasi Modern

user
danar 08 Juli 2022, 23:10 WIB
untitled

DALAM waktu empat tahun ke depan, Pemerintah akan menargetkan munculnya 500 Koperasi Modern. Koperasi Modern adalah koperasi yang menjalankan kegiatan dan usahanya dengan cara-cara baru dan manajemen tata kelola koperasi yang baik (good coorporative governance), memiliki daya saing unggul dan adaptif terhadap perubahan. Proses modernisasi koperasi ini oleh Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM dibagi menjadi empat tahap, yaitu fase permodelan yang digelar tahun ini, fase replikasi pada tahun 2022, fase masifikasi pada tahun 2023, dan pemantapan serta pengembangan lanjutan pada 2024.

Ciri koperasi modern adalah koperasi yang sudah menjalankan kegiatannya berbasis teknologi informasi, orientasi usahanya berbasis model bisnis, misalnya dengan pendekatan hulu-hilir, kemitraan terbuka dengan para pihak (inclusive closed loop), serta sudah menerapkan standar akuntansi yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan koperasi dengan memanfaatkan teknologi sudah mulai banyak dilakukan oleh berbagai koperasi. Mereka sudah banyak yang memiliki aplikasi berbasis ponsel dan menerima pembayaran dengan berbagai media pembayaran, terutama QRIS. Hal ini sesuai dengan program Bank Indonesia yang menggalakkan program Gerakan Nasional Non Tunai yang sudah dimulai sejak 2018 yang lalu. Pada tahap ini, banyak koperasi, terutama di kota-kota besar, tidak menjumpai hambatan yang berarti.

Untuk penerapan standar akuntansi yang transparan dan akuntabel, masih banyak koperasi yang belum memahaminya. Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau dikenal dengan SAK ETAP. Mirip dengan SAK lainnya, SAK ETAP juga mensyaratkan ada lima jenis laporan keuangan, yaitu Laporan Posisi Keuangan (dulu disebut Neraca), Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Masih banyak koperasi yang menerbitkan dua atau tiga laporan yang pertama saja.

Yang mungkin masih banyak dirasa sebagai kesulitan adalah model bisnis yang tidak seperti biasanya. Memang tidak masalah kalau koperasi tetap menjalankan usahanya dengan cara biasa-biasa saja, misalnya membeli barang dan menjualnya, atau mungkin memproduksi sendiri barang-barangnya (melalui anggotanya) dan menjualnya kepada anggota dan khalayak. Namun sekarang koperasi juga dimungkinkan untuk melakukan model bisnis yang tidak biasa, misalnya melalui amalgamasi, spin-off, dan koperasi multi-pihak. Amalgamasi adalah penggabungan beberapa koperasi menjadi satu, atau dengan kata lain merger atau peleburan. Spin-off adalah tindakan sebuah koperasi untuk membuat koperasi serba usaha, baik vertikal (misalnya mengerjakan bidang usaha berbeda) maupun horisontal (misalnya mengerjakan usaha yang berkaitan dengan rantai usahanya). Koperasi juga diperkenankan membuka pereseoran terbatas (sebagai anak usahanya) atau bahkan melakukan go public ke bursa efek.

Pada tahun 2021 yang lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah menerbitkan PermenkopUKM No. 8 Tahun 2021 tentang Koperasi dengan Model Multi Pihak. Koperasi Multi Pihak adalah koperasi yang anggotanya dikelompokkan berdasarkan kesamaan kepentingan ekonomi, keterkaitan usaha, potensi, dan kebutuhan anggota. Selama ini suatu koperasi berisi anggota dengan kepentingan ekonomi yang sama, misalnya koperasi pegawai, koperasi petani, dan koperasi mahasiswa. Koperasi-koperasi tersebut dapat memperbesar usahanya melalui koperasi multi pihak yang dapat berisi macam-macam anggota, bahkan para investornya. Dengan demikian, koperasi yang selama ini kecil-kecil, dapat menjadi koperasi yang lebih besar dan kuat.

Untuk mewujudkan koperasi modern, memang diperlukan inovasi dan kemauan yang kuat dari para pengurusnya. Bagi pengurus yang masih ragu, bisa berkonsultasi dengan Dinas Koperasi setempat, atau bisa saling bertukar pikiran dengan pengurus koperasi lain yang sudah melakukan upaya-upaya perubahan ke koperasi modern. Sudah banyak contoh perusahaan besar yang sebenarnya adalah berbasis pada koperasi, misalnya adalah Nestle dan klub sepak bola Barcelona serta Bayern Muenchen.

Sudah terbukti bahwa di masa resesi ekonomi, UMKM dan koperasilah yang relatif tetap bertahan, oleh karenanya kita tetap mengandalkan mereka untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional. Bayangan bahwa koperasi hanya berisi orang-orang tua yang anti kemajuan dan gaptek tidak selamanya benar, karena selama ini sudah banyak koperasi yang masuk ke dalam koperasi modern, terutama di wilayah DIY. Selamat ulang tahun koperasi ke-75 pada tanggal 12 Juli 2022. Ayo berkoperasi. (Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, Dosen STIE YKPN Yogyakarta dan Pengurus Koperasi Pandu Usaha Sejahtera Kwarda DIY)

Kredit

Bagikan